AMBON — Kepolisian Daerah (Polda) Maluku tengah memeriksa sejumlah personel Polres Buru terkait dugaan keterlibatan dalam praktik judi online dan penyalahgunaan narkoba. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya penegakan disiplin serta pencegahan pelanggaran di lingkungan internal kepolisian.
Pemeriksaan dilakukan melalui Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Maluku setelah adanya informasi mengenai dugaan keterlibatan oknum anggota dalam aktivitas yang melanggar hukum tersebut. Langkah ini menjadi sorotan publik di Maluku, khususnya masyarakat Pulau Buru, yang berharap proses pemeriksaan berjalan transparan dan sesuai prosedur yang berlaku.
Komitmen Polda Maluku Berantas Pelanggaran Internal
Polda Maluku menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap anggota yang terbukti terlibat dalam judi online maupun penyalahgunaan narkoba. Tidak akan ada toleransi terhadap pelanggaran yang dapat merusak citra institusi dan menggerus kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian.
Judi online dinilai menjadi salah satu kejahatan yang kian marak dan berdampak luas, termasuk di wilayah Maluku. Selain merugikan secara ekonomi, praktik judi online kerap dikaitkan dengan berbagai tindak pidana lain, seperti pencucian uang, penipuan digital, hingga eksploitasi yang menyasar anak dan remaja. Fenomena ini semakin mengkhawatirkan seiring pesatnya akses internet dan penggunaan gawai di kalangan masyarakat Maluku.
Sementara itu, penyalahgunaan narkoba juga menjadi perhatian serius Polda Maluku. Pemberantasan peredaran gelap narkoba terus digencarkan di seluruh wilayah hukum Polda Maluku, dan pemeriksaan internal ini diharapkan dapat membersihkan institusi dari oknum yang menyalahgunakan wewenangnya.
Polres Buru selama ini dikenal aktif dalam berbagai pengungkapan kasus di wilayah Kabupaten Buru dan sekitarnya. Keberadaan oknum yang diduga terlibat dalam praktik terlarang tersebut tentu menjadi catatan tersendiri bagi upaya pembinaan dan pengawasan personel ke depan.
Masyarakat Maluku, khususnya warga di Pulau Buru, berharap pemeriksaan ini tidak berhenti pada tahap pemeriksaan semata. Mereka berharap hasilnya diumumkan secara terbuka, dan anggota yang terbukti bersalah dijatuhi sanksi sesuai ketentuan yang berlaku, baik sanksi kode etik maupun sanksi pidana.
Polda Maluku juga mengimbau masyarakat untuk turut mengawasi dan melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran yang dilakukan anggota kepolisian. Partisipasi masyarakat dinilai penting untuk menjaga integritas institusi kepolisian di daerah. Laporan dari masyarakat akan ditindaklanjuti melalui mekanisme pengawasan internal yang telah tersedia.
Proses pemeriksaan terhadap personel Polres Buru tersebut masih berlangsung. Polda Maluku memastikan seluruh tahapan dilakukan secara profesional dan akuntabel, serta hasilnya akan menjadi bahan evaluasi bagi pembinaan personel di jajaran Polda Maluku ke depan.
Komentar (0)