Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang perairan barat daya Seram Bagian Timur, Maluku. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episentrum gempa berada di laut, sekitar 186 kilometer di barat daya Seram Bagian Timur, dengan wilayah getaran yang menjangkau sejumlah daerah di Maluku.
Informasi yang disampaikan BMKG menyebutkan, gempa terjadi sebagai akibat aktivitas tektonik di kawasan pertemuan lempeng yang aktif. Getaran dirasakan oleh sebagian masyarakat, khususnya di wilayah Maluku bagian tenggara dan sekitarnya. Meski demikian, BMKG menyatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
BMKG Minta Warga Tidak Panik dan Waspada Gempa Susulan
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak jelas sumbernya. Warga yang berada di dalam rumah diminta keluar dan mencari tempat terbuka jika merasakan guncangan kuat. Sementara itu, warga di daerah pesisir diingatkan untuk menjauh dari pantai apabila terjadi guncangan berkekuatan besar.
Pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Maluku diharapkan segera memantau kondisi wilayah masing-masing serta memastikan jalur evakuasi dan tempat pengungsian dalam keadaan siap. Langkah ini penting mengingat Maluku termasuk daerah rawan gempa karena berada di jalur pertemuan lempeng tektonik aktif, baik di Laut Banda maupun kawasan sekitarnya.
Kesiapsiagaan warga menjadi faktor utama dalam mengurangi risiko saat gempa terjadi. Masyarakat diminta memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal, terutama bagi yang tinggal di rumah bertingkat, serta segera melapor kepada petugas apabila menemukan keretakan atau kerusakan akibat guncangan. Ketika gempa berlangsung, warga diimbau berlindung di bawah meja yang kokoh dan menjauhi jendela maupun benda yang mudah jatuh, lalu keluar ke tempat terbuka setelah guncangan mereda.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai kabar bohong atau hoaks seputar gempa dan tsunami yang banyak beredar di media sosial. Informasi resmi dapat diakses melalui kanal resmi BMKG, termasuk situs resmi dan aplikasi Info BMKG, serta instansi terkait di daerah masing-masing. BMKG menegaskan bahwa data gempa dapat diperbarui seiring kelengkapan informasi yang masuk.
Secara geologis, wilayah Maluku berada pada zona tumbukan lempeng yang kompleks, sehingga gempa bumi menjadi fenomena yang kerap terjadi. Gempa kecil hingga menengah di Laut Banda dan perairan sekitarnya rutin terekam setiap tahun. Karena itu, edukasi kebencanaan dan latihan evakuasi perlu terus digalakkan di sekolah, perkantoran, dan permukiman pesisir agar masyarakat semakin siap menghadapi guncangan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. BMKG terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan dan meminta warga tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Komentar (0)