Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku mengawasi ekspor 26 ton frozen yellowfin tuna loin, atau loin tuna sirip kuning beku, dengan tujuan akhir Vietnam. Sebanyak 26 ton produk perikanan unggulan dari perairan Maluku itu dilepas dari Ambon setelah dinyatakan memenuhi persyaratan kesehatan ikan dan keamanan pangan melalui proses sertifikasi karantina yang ketat.
Kepala BKHIT Maluku mengemukakan bahwa pengawasan dilakukan menyeluruh, mulai dari pemeriksaan dokumen, pemeriksaan fisik komoditas, hingga pengujian laboratorium. Produk dinyatakan sehat, aman, dan bebas dari hama penyakit ikan karantina sesuai standar yang dipersyaratkan negara tujuan.
Proses sertifikasi diawali dengan pengajuan permohonan oleh eksportir. Petugas karantina kemudian memeriksa kondisi fisik loin tuna, suhu penyimpanan, kemasan, serta mengambil sampel untuk diuji di laboratorium. Pengiriman frozen tuna loin juga dipastikan memenuhi rantai dingin dengan suhu sesuai ketentuan agar mutu produk tetap terjaga selama pengangkutan. Setelah dinyatakan lolos, BKHIT Maluku menerbitkan sertifikat kesehatan yang menjadi dokumen wajib untuk pengiriman ke Vietnam.
Tuna Maluku Semakin Dipercaya di Pasar Global
Ekspor tuna loin ke Vietnam menjadi kabar baik bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan di Maluku. Tuna sirip kuning merupakan salah satu komoditas tangkapan utama nelayan di perairan Maluku yang kaya akan potensi perikanan. Adanya pengawasan karantina yang cepat, akurat, dan transparan memberikan kepastian mutu sehingga produk olahan asal Ambon semakin dipercaya pembeli di luar negeri. Hal ini mendorong peningkatan nilai tambah produk, membuka lapangan kerja di sektor pengolahan ikan, serta menambah pendapatan nelayan setempat.
BKHIT Maluku juga memastikan setiap pengiriman dilengkapi jaminan penelusuran asal produk sehingga mutu dan keamanan pangan tetap terjaga dari hulu hingga hilir. Sertifikasi yang diterbitkan mengacu pada ketentuan nasional dan internasional, termasuk penerapan sistem jaminan mutu dalam rantai pengolahan hasil perikanan.
Pihak BKHIT Maluku berharap sinergi antara eksportir, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lain terus diperkuat. Dengan begitu, volume ekspor hasil perikanan dari Maluku dapat terus bertumbuh, memperkuat perekonomian daerah, sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya tuna di perairan Maluku agar manfaatnya dapat dinikmati hingga generasi mendatang.
Komentar (0)