Guncangan Terasa Kuat, Warga Maluku Tengah Berlarian Keluar Rumah
AMBON — Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,4 mengguncang wilayah Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Guncangan yang terasa cukup kuat membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Sebagian warga bahkan berlari sambil membawa anak dan barang berharga ke tempat yang lebih aman.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan episenter gempa berada di laut, tidak jauh dari pesisir Maluku Tengah, dengan kedalaman menengah. Berdasarkan pemutakhiran data, gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meski demikian, getarannya dirasakan cukup signifikan oleh masyarakat di sejumlah kecamatan, termasuk di ibu kota kabupaten, Masohi. Guncangan membuat pintu dan jendela bergetar, sementara benda-benda gantung di rumah warga tampak bergoyang.
Sejumlah warga mengaku merasakan guncangan selama beberapa detik. "Saya sedang duduk di teras rumah, tiba-tiba tanah bergoyang kuat. Saya langsung berlari keluar sambil membawa anak," ujar salah seorang warga Masohi. Suasana panik sempat terjadi di sejumlah titik, terutama di kawasan permukiman padat dan wilayah pesisir yang dekat dengan episenter.
Warga yang berhamburan akhirnya berkumpul di tempat-tempat terbuka, seperti lapangan dan halaman kantor, untuk menghindari risiko reruntuhan. Sebagian warga memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat di daerah yang dianggap lebih aman. Aktivitas warga, termasuk jual beli di pasar, sempat terhenti beberapa saat setelah guncangan terjadi.
Di kalangan warga pesisir, sempat muncul kekhawatiran akan terjadinya tsunami meskipun BMKG memastikan gempa tidak berpotensi menimbulkan gelombang besar. Petugas keamanan dan aparat desa langsung berkoordinasi untuk menenangkan warga serta mengarahkan mereka ke titik kumpul sementara. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan parah akibat gempa tersebut.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan pendataan untuk memastikan dampak gempa terhadap bangunan dan fasilitas umum. Masyarakat diminta melapor apabila menemukan kerusakan di lingkungannya. BMKG juga mengimbau warga tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
BMKG mengingatkan bahwa Maluku merupakan kawasan rawan gempa sehingga kesiapsiagaan masyarakat harus terus dijaga. Warga pesisir diimbau memahami jalur evakuasi dan titik kumpul terdekat sebagai langkah antisipasi. Gempa kali ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya mitigasi bencana di tengah aktivitas masyarakat yang mulai kembali normal.
Komentar (0)