Kebakaran yang melanda Dusun Adat Sade di Desa Puyung, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendorong pemerintah daerah bergerak cepat menyiapkan destinasi budaya alternatif menjelang perhelatan MotoGP Mandalika. Sejumlah rumah adat khas Suku Sasak yang berdinding anyaman bambu berlapis kotoran kerbau serta beratap alang-alang dilaporkan hangus terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, tetapi kerugian material diperkirakan cukup besar mengingat rumah adat itu merupakan warisan budaya yang sulit digantikan.
Destinasi Budaya Alternatif Disiapkan Jelang MotoGP
Dinas Pariwisata Provinsi NTB bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah langsung melakukan pendataan dan asesmen terhadap kerusakan. Pemprov NTB menegaskan pemulihan Dusun Adat Sade harus tetap mempertahankan keaslian arsitektur tradisional, bukan sekadar membangun kembali secara modern. Langkah ini dinilai penting karena Sade merupakan salah satu ikon wisata budaya yang paling banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara di Pulau Lombok.
Jelang MotoGP Mandalika yang diprediksi menarik puluhan ribu wisatawan ke NTB, pemerintah tidak ingin agenda wisata budaya terganggu oleh proses pemulihan Sade. Sejumlah desa wisata di Lombok Tengah disiapkan sebagai destinasi alternatif. Desa Sukarara dikenal dengan tenun ikat khasnya, sementara Desa Banyumulek menawarkan kerajinan gerabah atau tembikar tradisional. Desa Ende di Kecamatan Pujut yang memiliki kemiripan dengan Sade juga menjadi opsi utama bagi wisatawan yang ingin menyaksikan rumah adat dan kehidupan masyarakat Sasak.
Pemerintah juga menyiapkan paket wisata terpadu yang menggabungkan destinasi budaya, alam, dan kawasan sirkuit Mandalika. Wisatawan yang hadir pada ajang balap motor internasional tersebut diharapkan tidak hanya menikmati balapan, tetapi juga mengenal kekayaan budaya NTB. Homestay di desa-desa wisata mulai disiapkan, dan para perajin tenun serta gerabah didorong meningkatkan produksi guna menyambut lonjakan kunjungan.
Kepala Dinas Pariwisata NTB menyebut pemulihan Sade akan berjalan paralel dengan persiapan MotoGP. Meski demikian, pengunjung diminta menghormati proses pemulihan dan tidak memasuki area yang sedang direnovasi. Masyarakat adat Sade sendiri tetap membuka diri terhadap wisatawan selama rehabilitasi berlangsung. Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan masyarakat adat, NTB diharapkan tetap mampu menyajikan daya tarik budaya yang kuat sekaligus sukses menyelenggarakan MotoGP Mandalika.
Komentar (0)