Gubernur NTB: Dugaan Awal Kebakaran karena Masalah Listrik
Kebakaran melanda sejumlah rumah tradisional di Desa Adat Sade, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Peristiwa itu langsung menyita perhatian Pemerintah Provinsi NTB karena desa tersebut dikenal sebagai salah satu ikon wisata budaya Suku Sasak di Pulau Lombok. Kawasan ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin melihat langsung kehidupan serta kearifan lokal masyarakat Sasak. Selain menjadi tujuan wisata, desa ini juga kerap menjadi lokasi penelitian budaya serta kunjungan pelajar dari berbagai daerah.
Gubernur NTB mengungkapkan bahwa dugaan awal penyebab kebakaran tersebut berkaitan dengan masalah listrik. Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun dari lokasi kejadian, korsleting atau gangguan instalasi kelistrikan diduga menjadi pemicu api. Meski demikian, Gubernur menegaskan bahwa penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan petugas dan pihak berwenang.
"Dugaan sementara dari masalah listrik. Nanti kita lihat hasil penyelidikan lebih lanjut," demikian pernyataan Gubernur NTB menanggapi musibah yang menimpa warga Desa Adat Sade.
Desa Adat Sade merupakan kawasan permukiman tradisional Suku Sasak yang masih mempertahankan arsitektur rumah khas dengan dinding anyaman bambu dan atap alang-alang. Material bangunan yang mudah terbakar membuat api dapat menjalar dengan cepat apabila tidak segera dipadamkan. Kebakaran di lokasi ini menjadi perhatian serius, mengingat nilai budaya dan historis kawasan yang menjadi salah satu tujuan wisata utama di Lombok Tengah.
Api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran yang dibantu warga dan aparat setempat setelah upaya pemadaman dilakukan. Belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa ini, namun sejumlah rumah dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan api. Warga yang rumahnya terdampak diungsikan ke tempat yang lebih aman sementara proses pendataan dan pembersihan lokasi dilakukan tim gabungan bersama relawan.
Gubernur NTB meminta seluruh pihak, baik pemerintah kabupaten maupun instansi terkait, untuk segera melakukan pendataan terhadap warga terdampak dan memastikan bantuan dapat disalurkan secara cepat. Petugas juga diminta berkoordinasi dengan PLN setempat guna memeriksa kondisi jaringan listrik di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kejadian serupa. Ia mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi gangguan kelistrikan, terutama di kawasan permukiman dengan bangunan berbahan mudah terbakar.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi pengelola kawasan wisata dan warga setempat untuk memperhatikan keamanan instalasi listrik serta kesiapan langkah pencegahan kebakaran. Pemerintah Provinsi NTB memastikan akan terus memantau perkembangan penanganan dan pendampingan bagi warga Desa Adat Sade yang menjadi korban kebakaran.
Komentar (0)