24, 2026 ID
Ekonomi

Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen, LPEM Soroti Konsumsi Melambat

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia sepanjang 2025 tumbuh 5,29 persen secara tahunan, sedikit melampaui target pemerintah sebesar 5,2 persen. Kendati berada di atas sasaran, capaian tersebut tidak lepas dari catatan

Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen, LPEM Soroti Konsumsi Melambat

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia sepanjang 2025 tumbuh 5,29 persen secara tahunan, sedikit melampaui target pemerintah sebesar 5,2 persen. Kendati berada di atas sasaran, capaian tersebut tidak lepas dari catatan para ekonom. Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menyoroti melambatnya konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Peneliti LPEM FEB UI menilai pertumbuhan tahun lalu masih ditopang oleh konsumsi pemerintah dan investasi, sementara konsumsi rumah tangga justru menunjukkan tren melambat. Kondisi ini dinilai menjadi sinyal perlunya perhatian serius, terutama karena daya beli kelompok menengah yang melemah dapat menahan laju permintaan domestik dalam jangka menengah.

Daya Beli Rumah Tangga Jadi Pekerjaan Rumah

Perlambatan konsumsi rumah tangga terlihat dari melambatnya sektor-sektor yang berorientasi domestik, seperti perdagangan besar dan eceran serta sebagian industri pengolahan. Di sisi lain, investasi masih tumbuh relatif solid, didorong oleh pembangunan infrastruktur, hilirisasi, serta masuknya penanaman modal asing di sejumlah sektor prioritas. Kombinasi inilah yang membuat pertumbuhan ekonomi tetap tercapai meskipun permintaan rumah tangga tidak sekuat tahun-tahun sebelumnya.

Menurut LPEM FEB UI, pemulihan daya beli harus menjadi prioritas kebijakan ke depan. Beberapa rekomendasi yang diajukan antara lain menjaga stabilitas harga pangan, menyalurkan bantuan sosial secara lebih tepat sasaran, serta memperluas lapangan kerja formal. Langkah tersebut dinilai penting agar konsumsi rumah tangga kembali berperan sebagai mesin utama pertumbuhan, bukan sekadar bertumpu pada belanja pemerintah yang ruang fiskalnya terbatas.

Para ekonom juga mengingatkan bahwa keberlanjutan pertumbuhan pada 2026 bergantung pada konsistensi kebijakan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Normalisasi kebijakan moneter negara maju, fluktuasi harga komoditas, dan gejolak rantai pasok dunia tetap menjadi risiko yang dapat menekan ekspor maupun investasi. Karena itu, pengelolaan belanja negara yang produktif dan iklim usaha yang stabil dinilai krusial untuk menjaga momentum.

Dengan pertumbuhan 5,29 persen, Indonesia tetap berada di jalur positif dibandingkan banyak negara lain. Namun, catatan LPEM FEB UI menggarisbawahi bahwa angka agregat yang baik belum tentu mencerminkan kondisi seluruh lapisan masyarakat. Perlambatan konsumsi rumah tangga menjadi pekerjaan rumah yang harus dijawab melalui kebijakan yang berpihak pada daya beli rakyat, agar pertumbuhan ekonomi yang diraih terasa manfaatnya secara lebih merata.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS admin

Komentar (0)

User

Paling Dibaca

24 jam

Newsletter

Tag