24, 2026 ID
Ekonomi

Ekonomi Indonesia Triwulan II-2026 Tumbuh 5,29 Persen

Konsumsi dan Investasi Jadi Penopang PertumbuhanBadan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh 5,29 persen pada triwulan II-2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy). Angka tersebut menunjuk

Ekonomi Indonesia Triwulan II-2026 Tumbuh 5,29 Persen

Konsumsi dan Investasi Jadi Penopang Pertumbuhan

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh 5,29 persen pada triwulan II-2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy). Angka tersebut menunjukkan ekonomi nasional tetap tumbuh solid di tengah ketidakpastian global yang masih membayangi aktivitas perdagangan dan investasi dunia.

Secara kuartalan, perekonomian juga tercatat tumbuh positif, mengindikasikan aktivitas ekonomi terus menggeliat sepanjang periode April hingga Juni 2026. BPS menyebut pertumbuhan masih ditopang permintaan domestik yang kuat, dengan konsumsi rumah tangga tetap menjadi penyumbang terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB). Daya beli masyarakat yang terjaga, inflasi yang terkendali, serta momen hari raya dan libur sekolah turut mendorong belanja konsumen.

Selain konsumsi, investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tumbuh sehat, didorong berlanjutnya pembangunan infrastruktur dan ekspansi kapasitas dunia usaha. Realisasi penanaman modal, baik asing maupun domestik, menunjukkan perbaikan seiring kepastian kebijakan dan berjalannya proyek strategis nasional. Belanja pemerintah turut menopang lewat realisasi belanja barang, belanja modal, serta penyaluran bantuan sosial yang tepat waktu.

Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan masih menjadi motor utama pertumbuhan seiring membaiknya permintaan domestik dan ekspor produk manufaktur. Sektor perdagangan besar dan eceran, konstruksi, serta pertanian juga tumbuh, mencerminkan aktivitas distribusi, pembangunan, dan pemenuhan kebutuhan pangan yang berjalan normal. Sektor transportasi dan pergudangan turut mencatat perbaikan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.

Dari perspektif regional, kontribusi terhadap ekonomi nasional masih didominasi Pulau Jawa yang menjadi pusat industri dan jasa. Namun, wilayah luar Jawa juga mencatat pertumbuhan menggembirakan. Sumatera ditopang komoditas sawit dan hilirisasi, Kalimantan didorong sektor pertambangan dan pengolahan, sementara Sulawesi dan kawasan timur menguat seiring pembangunan infrastruktur konektivitas dan kawasan industri baru. Pemerataan pertumbuhan ini dinilai sejalan dengan upaya pemerataan pembangunan antardaerah.

Capaian 5,29 persen tersebut masih berada dalam rentang target pemerintah untuk pertumbuhan ekonomi 2026 yang dipatok pada kisaran 4,8 hingga 5,6 persen. Dengan hasil semester pertama yang solid, pemerintah optimistis target akhir tahun dapat tercapai. Meski demikian, sejumlah risiko tetap diwaspadai, antara lain perlambatan ekonomi mitra dagang utama, fluktuasi harga komoditas global, serta tekanan terhadap daya beli masyarakat akibat gejolak harga pangan.

Ke depan, momentum pertumbuhan perlu dijaga melalui penguatan investasi, percepatan hilirisasi, dan dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan begitu, manfaat pertumbuhan dapat dirasakan lebih merata oleh seluruh masyarakat di berbagai daerah.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS admin

Komentar (0)

User

Paling Dibaca

24 jam

Newsletter

Tag