24, 2026 ID
Bisnis

Pupuk Indonesia Dorong Produktivitas Padi Dairi Capai 12,3 Ton

PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil mendorong produktivitas padi di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, hingga mencapai 12,3 ton per hektare. Angka tersebut melampaui rata-rata produktivitas padi nasional yang berkisar 5 ton per hektare, sek

Pupuk Indonesia Dorong Produktivitas Padi Dairi Capai 12,3 Ton

PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil mendorong produktivitas padi di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, hingga mencapai 12,3 ton per hektare. Angka tersebut melampaui rata-rata produktivitas padi nasional yang berkisar 5 ton per hektare, sekaligus menempatkan Dairi sebagai salah satu sentra produksi padi dengan hasil tertinggi di kawasan tersebut.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan penyaluran pupuk bersubsidi yang tepat sasaran serta pendampingan budidaya kepada kelompok tani. Pupuk Indonesia memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi pupuk ke petani pada setiap musim tanam, didukung sistem digital yang memantau penyaluran hingga ke tingkat kios dan petani. Dengan begitu, kebutuhan hara tanaman dapat terpenuhi tepat waktu dan tepat dosis.

Dampak bagi Ekonomi Regional dan Ketahanan Pangan

Dari sisi bisnis, lonjakan produktivitas tersebut memberikan dampak ganda bagi perekonomian Dairi. Petani memperoleh pendapatan lebih besar dari hasil panen, sementara aktivitas ekonomi di sektor hilir seperti penggilingan padi, pengangkutan, hingga perdagangan beras ikut bergerak. Hal ini turut memperkuat rantai pasok beras regional dan mengurangi ketergantungan daerah terhadap pasokan dari luar.

Pencapaian 12,3 ton per hektare juga menjadi indikator keberhasilan pendampingan yang dilakukan, mulai dari pemupukan berimbang, penggunaan pupuk sesuai dosis dan kebutuhan tanaman, hingga penerapan praktik budidaya yang baik. Pendekatan ini sejalan dengan upaya pemerintah menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan produktivitas tanpa perlu memperluas lahan.

Peningkatan produktivitas ini juga berdampak pada efisiensi usaha tani. Dengan hasil panen yang lebih tinggi pada lahan yang sama, biaya produksi per kilogram beras menjadi lebih rendah, sehingga margin keuntungan petani meningkat. Kondisi ini menarik minat lebih banyak petani untuk menerapkan pola pemupukan berimbang sekaligus memperkuat posisi tawar kelompok tani di pasar.

Bagi Pupuk Indonesia sebagai holding BUMN pupuk, program ini menjadi model bisnis yang memperkuat peran perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Volume penyaluran yang terukur, data petani yang tercatat dalam sistem, serta hasil panen yang meningkat menjadi nilai tambah yang dapat direplikasi di daerah lain.

Ke depan, Pupuk Indonesia berkomitmen memperluas program serupa ke sejumlah sentra produksi padi lainnya di Sumatera Utara dan wilayah lain. Dengan dukungan pemerintah daerah, produktivitas padi diharapkan terus meningkat, memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat regional.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS admin

Komentar (0)

User

Paling Dibaca

24 jam

Newsletter

Tag