24, 2026 ID
Bisnis

Bisnis Indonesia Forum 2026 Rancang Arah Baru Ekonomi Syariah

JAKARTA – Bisnis Indonesia Forum 2026 resmi digelar dengan mengusung pembahasan arah baru pengembangan ekonomi syariah. Forum tahunan ini mempertemukan para pemangku kepentingan dari kalangan regulator, pelaku industri, perbankan syariah, h

Bisnis Indonesia Forum 2026 Rancang Arah Baru Ekonomi Syariah

JAKARTA – Bisnis Indonesia Forum 2026 resmi digelar dengan mengusung pembahasan arah baru pengembangan ekonomi syariah. Forum tahunan ini mempertemukan para pemangku kepentingan dari kalangan regulator, pelaku industri, perbankan syariah, hingga akademisi untuk merumuskan strategi pertumbuhan sektor keuangan dan industri halal. Diskusi berfokus pada bagaimana ekonomi syariah tidak hanya tumbuh dari sisi aset, tetapi juga berdampak nyata bagi ekonomi riil.

Dalam forum tersebut, sejumlah pembicara menyoroti pentingnya transformasi ekosistem ekonomi syariah nasional. Perbankan syariah dinilai masih memiliki ruang ekspansi yang besar, didukung populasi Muslim terbesar di dunia serta meningkatnya permintaan produk halal di berbagai sektor, mulai dari makanan dan minuman, fesyen, farmasi, hingga pariwisata ramah Muslim. Potensi ini, menurut para pembicara, harus diubah menjadi peluang bisnis yang terukur melalui kebijakan yang tepat dan dukungan industri.

Para narasumber juga menyoroti perlunya penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah. Meski aset industri keuangan syariah terus tumbuh, porsinya terhadap total aset keuangan nasional masih relatif kecil dibandingkan potensinya. Karena itu, sinergi antara pemerintah, otoritas keuangan, dan industri menjadi kunci agar ekosistem ekonomi syariah lebih kompetitif, inklusif, dan menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk pelaku usaha kecil di daerah.

Digitalisasi dan Regulasi Jadi Kunci

Digitalisasi menjadi salah satu sorotan utama dalam forum ini. Layanan keuangan syariah berbasis teknologi, seperti bank digital syariah, platform pembiayaan syariah, dan dompet digital halal, dinilai mampu mempercepat inklusi keuangan. Pelaku industri pun didorong untuk terus berinovasi agar produk syariah tidak kalah bersaing dengan layanan keuangan konvensional yang lebih dulu mengadopsi teknologi.

Dari sisi regulasi, forum menyoroti pentingnya harmonisasi kebijakan agar produk dan layanan syariah semakin mudah diakses pelaku usaha. Kemudahan perizinan, insentif bagi industri halal, serta dukungan pengembangan rantai pasok halal dinilai mampu mendorong daya saing produk dalam negeri, termasuk di pasar ekspor negara-negara OKI. Kebijakan yang konsisten juga diharapkan memberi kepastian bagi investor yang ingin masuk ke sektor ekonomi syariah.

Bagi pelaku bisnis di berbagai daerah, arah baru ekonomi syariah ini membuka peluang yang luas. UMKM dan perusahaan rintisan dapat memanfaatkan momentum tersebut melalui pembiayaan syariah, sertifikasi halal, dan kemitraan dengan lembaga keuangan syariah. Sektor industri halal juga berpotensi menjadi mesin pertumbuhan baru yang menyerap tenaga kerja dan memperkuat ekonomi regional, sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.

Forum ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat ditindaklanjuti seluruh pemangku kepentingan. Dengan kolaborasi yang kuat, ekonomi syariah Indonesia berpeluang naik kelas, tidak hanya menjadi pasar terbesar, tetapi juga pusat industri halal global yang memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha dan masyarakat luas.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS admin

Komentar (0)

User

Paling Dibaca

24 jam

Newsletter

Tag