24, 2026 ID
Jawa Barat

Kapasitas PLTSa Indonesia 2025 Didominasi Jawa Barat

Kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di Indonesia sepanjang 2025 tercatat paling besar berada di Jawa Barat. Data terbaru menunjukkan provinsi ini memimpin sebaran kapasitas PLTSa nasional, mengungguli sejumlah daera

Kapasitas PLTSa Indonesia 2025 Didominasi Jawa Barat

Kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di Indonesia sepanjang 2025 tercatat paling besar berada di Jawa Barat. Data terbaru menunjukkan provinsi ini memimpin sebaran kapasitas PLTSa nasional, mengungguli sejumlah daerah lain yang juga tengah mengembangkan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik. Capaian tersebut menjadi sorotan di tengah upaya nasional mengurangi emisi dan mengelola sampah perkotaan.

Dominasi Jawa Barat dinilai selaras dengan besarnya volume sampah yang dihasilkan kawasan perkotaan di provinsi tersebut. Kehadiran PLTSa diharapkan tidak hanya menambah pasokan listrik, tetapi juga menekan ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir (TPA) yang volumenya semakin penuh setiap tahun. Pengelolaan sampah menjadi energi dipandang sebagai solusi ganda, menjawab krisis sampah sekaligus memperkuat ketahanan energi daerah.

Legok Nangka Jadi Penopang Kapasitas

Salah satu proyek yang menjadi penopang utama adalah PLTSa Legok Nangka di Kota Bandung. Pembangkit ini dirancang mengolah sampah perkotaan dalam skala besar menjadi energi listrik. Proyek ini menjadi simbol peralihan pengelolaan sampah dari paradigma buang menjadi paradigma manfaat. Dengan beroperasinya PLTSa tersebut, volume sampah yang dikirim ke TPA dapat berkurang secara signifikan sekaligus memperkuat bauran energi baru terbarukan (EBT) di Jawa Barat.

Pencapaian ini juga mendukung target bauran energi nasional yang menempatkan porsi EBT sebesar 23 persen pada 2025. PLTSa menjadi salah satu andalan, terutama bagi daerah dengan keterbatasan lahan untuk membangun pembangkit berbasis lahan luas. Selain menghasilkan listrik, keberadaan PLTSa membantu menuntaskan persoalan penumpukan sampah yang selama ini menjadi masalah klasik perkotaan.

Meski menjanjikan, pengembangan PLTSa tidak lepas dari tantangan. Biaya investasi yang tinggi, kesiapan teknologi, serta regulasi tarif listrik menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama. Pemerintah daerah juga dituntut menyediakan pasokan sampah yang konsisten agar pembangkit dapat beroperasi secara optimal. Tanpa dukungan itu, tingkat utilitas PLTSa berisiko berada di bawah kapasitas terpasangnya.

Dukungan pemerintah pusat, termasuk insentif dan penyederhanaan perizinan, dinilai penting untuk mempercepat pengembangan proyek serupa di daerah lain. Beberapa provinsi lain dikabarkan tengah menyiapkan PLTSa masing-masing, yang berpotensi mengubah peta persebaran kapasitas terpasang nasional dalam beberapa tahun ke depan.

Ke depan, Jawa Barat berpeluang memperkuat posisinya sebagai pionir energi dari sampah di Indonesia. Dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, kapasitas terpasang PLTSa di provinsi ini diyakini terus bertambah seiring upaya mewujudkan kota yang lebih bersih dan mandiri energi.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS admin

Komentar (0)

User

Paling Dibaca

24 jam

Newsletter

Tag