24, 2026 ID
Jawa Barat

184 Hektare Lahan Terbakar di Sukabumi dan Sumedang Jadi Sorotan

Kebakaran lahan kembali melanda Jawa Barat. Sebanyak 184 hektare lahan terbakar di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Sumedang dalam beberapa pekan terakhir, menyusul puncak musim kemarau yang membuat wilayah perbukitan di provinsi itu semaki

184 Hektare Lahan Terbakar di Sukabumi dan Sumedang Jadi Sorotan

Kebakaran lahan kembali melanda Jawa Barat. Sebanyak 184 hektare lahan terbakar di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Sumedang dalam beberapa pekan terakhir, menyusul puncak musim kemarau yang membuat wilayah perbukitan di provinsi itu semakin rawan api.

Di Kabupaten Sukabumi, titik api dilaporkan muncul di sejumlah lokasi, mayoritas berada di kawasan perbukitan yang sulit dijangkau. Laporan yang dihimpun menyebut titik panas tersebar di sejumlah kecamatan, baik di wilayah utara maupun selatan kabupaten. Sebagian kebakaran baru dapat dipadamkan setelah beberapa hari, sementara sisanya terus dipantau petugas karena angin kencang kerap memicu api kembali menyala. Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemadam kebakaran, TNI-Polri, relawan, dan warga dikerahkan untuk memadamkan api secara manual. Medan terjal serta keterbatasan sumber air menjadi kendala utama sehingga proses pemadaman berlangsung berhari-hari.

Kabupaten Sumedang mencatat luasan terdampak yang tidak kalah besar. Area yang terbakar didominasi lahan kering, semak belukar, dan kawasan hutan, sebagian berada tidak jauh dari permukiman. Asap tebal sempat menyelimuti sejumlah wilayah dan mengganggu aktivitas warga, terutama mereka yang memiliki gangguan pernapasan. Kebakaran turut menghanguskan lahan pertanian milik warga, termasuk kebun dan ladang yang menjadi sumber penghidupan. Sejumlah petani terpaksa menghitung ulang kerugian akibat tanamannya ludes sebelum masa panen. Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa, meskipun kerugian berupa tanaman, ternak, dan harta benda warga tercatat.

Pencegahan Jadi Kunci di Tengah Musim Kemarau

BPBD setempat menyebut cuaca panas dan angin kencang menjadi faktor utama cepatnya perambatan api. Selain itu, aktivitas pembakaran lahan untuk membuka area pertanian masih kerap ditemukan dan menjadi pemicu kebakaran yang paling sering terjadi. Kondisi serupa juga menjadi perhatian pemerintah provinsi yang terus memantau perkembangan penanganan di kedua daerah. Koordinasi antardaerah dilakukan agar bantuan peralatan dan personel dapat dikerahkan tepat waktu ke lokasi yang paling membutuhkan.

Pemerintah daerah bersama aparat terus menggencarkan patroli, membentuk posko siaga, serta mengingatkan warga melalui berbagai kanal agar tidak membakar lahan, terutama di lereng-lereng yang rawan. Warga yang menemukan titik api diminta segera melapor ke perangkat desa atau petugas terdekat agar api dapat dipadamkan sejak dini sebelum meluas.

Kebakaran di Sukabumi dan Sumedang menjadi pengingat bahwa musim kemarau di Jawa Barat belum berakhir. Kewaspadaan bersama antara pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi kunci agar luas lahan terbakar tidak bertambah, sekaligus menjaga kawasan hutan dan permukiman dari ancaman api di sisa musim kemarau ini.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS admin

Komentar (0)

User

Paling Dibaca

24 jam

Newsletter

Tag