Manokwari – Dinas Kebudayaan Provinsi Papua Barat tengah menyiapkan program kolaborasi kolintang dengan kesenian lokal sebagai daya tarik baru sektor pariwisata daerah. Rencana ini digagas untuk memperkaya pengalaman wisatawan domestik maupun mancanegara saat berkunjung ke Papua Barat, sekaligus menghidupkan kembali geliat seni musik di tengah masyarakat.
Kolintang Dipadukan dengan Kesenian Lokal Papua
Kolintang, instrumen perkusi kayu yang selama ini dikenal luas sebagai musik tradisional Minahasa, ternyata telah lama berkembang dan digemari masyarakat Papua, termasuk di sejumlah kabupaten di Papua Barat. Alat musik ini kerap mengiringi berbagai acara adat, penyambutan tamu, hingga perayaan hari besar. Potensi inilah yang ingin diangkat melalui kolaborasi lintas budaya agar kesenian tersebut semakin dikenal generasi muda.
Dalam kolaborasi ini, kolintang akan dipadukan dengan alat musik dan nyanyian tradisional Papua seperti tifa, serta gerak tari khas daerah. Perpaduan tersebut diharapkan menciptakan suguhan pertunjukan yang unik dan bernilai jual tinggi bagi industri pariwisata, terutama pada festival budaya, pameran, dan acara penyambutan wisatawan di berbagai destinasi unggulan.
Kolaborasi ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah mengembangkan pariwisata berbasis budaya. Wisatawan diharapkan tidak hanya menikmati panorama alam Papua Barat, seperti Raja Ampat dan kawasan pesisir Manokwari, tetapi juga memahami kekayaan budaya masyarakat setempat melalui sajian musik.
Dinas Kebudayaan menyebutkan bahwa program ini menjadi wadah bagi seniman dan pegiat musik daerah untuk berkarya sekaligus meningkatkan penghasilan melalui panggung-panggung pertunjukan. Regenerasi pemain kolintang muda juga menjadi perhatian agar kesenian ini tetap lestari dan terus berkembang dari generasi ke generasi.
Sebagai bagian dari persiapan, pelatihan dan pendampingan akan diberikan kepada komunitas kolintang di kabupaten dan kota. Dinas Kebudayaan juga membuka kerja sama dengan pelaku industri pariwisata, hotel, dan penyelenggara acara agar pertunjukan kolintang dapat tampil rutin di lokasi-lokasi wisata. Dengan begitu, durasi kunjungan wisatawan diharapkan semakin lama dan berdampak pada perekonomian masyarakat setempat.
Dengan persiapan yang matang, kolaborasi kolintang diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga simbol kerukunan antarbudaya di Papua Barat. Dinas Kebudayaan menargetkan program ini dapat berjalan pada tahun ini dan terus dikembangkan seiring pemulihan serta kebangkitan sektor pariwisata daerah.
Komentar (0)