24, 2026 ID
Papua Barat

Tim UNAIR Berdayakan Posyandu ILP untuk Kesehatan Mental Papua

Kesehatan Mental Papua Jadi Sorotan Pengabdian UNAIRTim pengabdian masyarakat Universitas Airlangga (UNAIR) menggiatkan pemberdayaan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) untuk menyasar kesehatan mental masyarakat Papua. Program ini dihar

Tim UNAIR Berdayakan Posyandu ILP untuk Kesehatan Mental Papua

Kesehatan Mental Papua Jadi Sorotan Pengabdian UNAIR

Tim pengabdian masyarakat Universitas Airlangga (UNAIR) menggiatkan pemberdayaan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) untuk menyasar kesehatan mental masyarakat Papua. Program ini diharapkan memperluas akses layanan kesehatan jiwa yang selama ini masih terbatas di wilayah Indonesia timur, termasuk Papua Barat. Kehadiran layanan ini dinilai penting mengingat kebutuhan penanganan kesehatan jiwa yang semakin meningkat di tengah masyarakat.

Posyandu ILP merupakan pengembangan posyandu yang mengintegrasikan berbagai layanan kesehatan primer, mulai dari pemeriksaan kesehatan ibu dan anak, gizi, imunisasi, hingga deteksi dini gangguan kesehatan jiwa. Melalui pendekatan ini, masyarakat tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke puskesmas atau rumah sakit hanya untuk memperoleh layanan kesehatan jiwa yang bersifat dasar.

Dalam kegiatan tersebut, tim UNAIR memberikan pelatihan kepada kader posyandu dan tenaga kesehatan setempat. Para kader dibekali kemampuan mengenali tanda-tanda awal gangguan mental, seperti stres berkepanjangan, kecemasan, hingga depresi, sekaligus memahami prosedur rujukan ke layanan kesehatan yang lebih lanjut. Kader juga didorong menjalankan peran pendampingan dan edukasi bagi keluarga pasien agar pengobatan dapat berjalan berkesinambungan.

Pendekatan berbasis komunitas ini dinilai relevan dengan kondisi geografis Papua yang menantang. Banyak wilayah di Papua dan Papua Barat yang sulit dijangkau, sehingga posyandu menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan. Di sisi lain, kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental masih rendah, sementara stigma terhadap penderita gangguan jiwa masih kuat. Karena itu, edukasi sejak tingkat kampung menjadi langkah penting.

Bagi masyarakat Papua Barat, kehadiran program ini menjadi angin segar. Dengan layanan kesehatan jiwa yang menyatu dalam posyandu, warga di kampung-kampung dapat mengakses deteksi dini tanpa biaya besar dan tanpa harus meninggalkan aktivitas sehari-hari. Pendekatan yang ramah dan berbasis komunitas juga membantu mengurangi stigma, karena masyarakat lebih nyaman bercerita kepada kader yang mereka kenal. Intervensi dini diharapkan mampu menekan angka gangguan jiwa berat yang selama ini kerap terlambat ditangani karena keterbatasan akses.

Program ini sejalan dengan transformasi layanan kesehatan primer yang dicanangkan pemerintah, di mana kesehatan jiwa menjadi salah satu layanan yang wajib tersedia di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Keberlanjutan menjadi kunci keberhasilan, termasuk pendampingan berkala dan penguatan kapasitas kader agar layanan kesehatan mental di Papua terus berjalan meski kegiatan pengabdian telah selesai. Penguatan kader secara berjenjang juga memastikan penanganan tidak terputus ketika tenaga kesehatan pusat tidak berada di lokasi.

Dengan penguatan Posyandu ILP, kesehatan mental masyarakat Papua, termasuk Papua Barat, diharapkan semakin mendapat perhatian sejak dini. Pada akhirnya, kualitas hidup masyarakat meningkat dan angka gangguan jiwa dapat ditekan secara signifikan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS admin

Komentar (0)

User

Paling Dibaca

24 jam

Newsletter

Tag