Budi Arie Setiadi, politikus yang sempat menjabat Menteri Komunikasi dan Informatika, menyebut ada pihak-pihak yang sengaja mengadu domba Presiden Prabowo Subianto dengan mantan Presiden Joko Widodo. Ia menilai upaya itu berpotensi mengganggu stabilitas politik nasional di tengah transisi pemerintahan yang masih berlangsung.
Dinamika Politik Pasca-Transisi
Menurut Budi Arie, hubungan Prabowo dan Jokowi sejatinya tetap baik. Namun, ia menduga sejumlah pihak memanfaatkan ruang publik untuk membangun narasi ketegangan antara dua tokoh nasional tersebut, terutama menjelang berbagai agenda politik lima tahun ke depan. Narasi semacam itu, kata dia, hanya akan merugikan bangsa jika dibiarkan berkembang.
Pernyataan Budi Arie muncul di tengah dinamika politik yang memanas setelah peralihan kekuasaan. Beberapa pengamat menilai gesekan di level elite memang tak terhindarkan, mengingat koalisi pendukung pemerintah saat ini sangat besar dan dihuni oleh beragam kepentingan. Dalam kondisi seperti itu, isu-isu kecil di permukaan bisa dengan mudah dibesar-besarkan oleh pihak yang berkepentingan.
Budi Arie juga mengingatkan bahwa Jokowi merupakan tokoh penting yang mendukung kemenangan Prabowo pada Pemilu 2024. Dukungan tersebut menjadi salah satu fondasi terbentuknya pemerintahan yang stabil. Jika relasi keduanya sengaja dipertajam, dampaknya bisa menjalar ke stabilitas pemerintahan, termasuk soliditas koalisi di parlemen.
Politikus senior itu berharap publik tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang bertujuan memecah belah. Ia mengajak semua pihak, baik elite politik maupun masyarakat, untuk menjaga suasana kondusif dan fokus pada program-program pembangunan. Menurutnya, kepentingan rakyat jauh lebih penting dibanding kepentingan politik jangka pendek kelompok tertentu.
Di tingkat daerah, isu adu domba ini juga menjadi perhatian para politisi lokal. Banyak kepala daerah dan kader partai yang khawatir narasi semacam itu bisa memengaruhi konstelasi politik menjelang pilkada serentak. Mereka berharap elite nasional dapat menjaga keteladanan agar kerukunan di akar rumput tidak ikut terganggu.
Sebagai tokoh yang selama ini dekat dengan lingkaran kekuasaan, pernyataan Budi Arie dinilai cukup signifikan. Ia dianggap mengetahui dinamika internal yang tidak banyak terekspos ke publik. Pernyataan itu pun langsung menjadi perhatian di kalangan pengamat politik, yang menilai bahwa isyarat semacam ini kerap menjadi penanda awal adanya manuver politik di level elit.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak Istana maupun Jokowi terkait pernyataan tersebut. Namun, sejumlah kalangan berharap isu adu domba ini segera mereda agar pemerintah dapat bekerja maksimal dalam menjalankan program prioritasnya.
Komentar (0)