Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) mulai mematangkan persiapan menghadapi Pemilu 2026 dengan mendorong setiap dewan pimpinan daerah (DPD) untuk segera menyodorkan bakal calon legislatif (caleg) yang siap bertarung di tingkat provinsi serta kabupaten/kota. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi partai memperkuat basis suara di sejumlah daerah yang selama ini menjadi kantong pemilih Hanura.
Pengurus pusat menegaskan bahwa kaderisasi menjadi kunci utama dalam penjaringan bakal caleg. Calon yang diusulkan tidak hanya dinilai dari popularitas, tetapi juga rekam jejak, kemampuan komunikasi politik, dan kedekatan dengan konstituen. Partai menekankan pentingnya caleg yang benar-benar bekerja untuk rakyat, bukan sekadar mengejar kursi di parlemen.
Target Kursi dan Konsolidasi Regional
Di tingkat regional, sejumlah DPD Hanura mengaku telah mengantongi daftar bakal caleg untuk Pemilu 2026. Di Sumatra dan Jawa, partai menargetkan peningkatan perolehan kursi legislatif dengan mengandalkan kader muda serta tokoh lokal. Sementara di kawasan Indonesia Timur, konsolidasi dilakukan dengan menggandeng tokoh masyarakat dan pemuka adat untuk memperluas jaringan dukungan.
Pengamat politik menilai peluang Hanura pada Pemilu 2026 sangat bergantung pada kemampuan partai menjaga soliditas internal pasca berbagai dinamika politik nasional. Dengan ambang batas parlemen yang tetap berlaku, partai dituntut bekerja ekstra agar perolehan suara nasionalnya tidak tergerus. Karena itu, penempatan caleg di daerah pemilihan (dapil) strategis menjadi perhatian utama pengurus pusat.
Selain penyusunan daftar caleg, Hanura juga menyiapkan program pemenangan berbasis isu lokal, seperti ketahanan pangan, harga kebutuhan pokok, dan lapangan kerja. Partai menilai isu-isu tersebut lebih dekat dengan persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah dibandingkan sekadar narasi politik nasional yang terkesan jauh dari keseharian pemilih.
Di sisi lain, partai membuka ruang bagi kader non-partai yang ingin maju melalui jalur Hanura. Sejumlah tokoh muda dan profesional daerah disebut telah mendaftar dan mengikuti proses seleksi administrasi serta wawancara. Proses penjaringan ini dijadwalkan rampung sebelum tahapan resmi pendaftaran calon dibuka oleh penyelenggara pemilu.
Hanura menegaskan komitmennya mengikuti seluruh tahapan sesuai aturan yang berlaku dan menjaga iklim demokrasi yang sehat. Partai berharap masyarakat daerah semakin percaya pada kader-kader yang diusung sehingga elektabilitas partai meningkat pada Pemilu 2026 mendatang.
Komentar (0)