17, 2026
Nasional

BRI Super League: Terseret ke Zona Merah, Pelatih Persijap Janjikan Kebangkitan saat Menjamu Borneo FC

Budi Gunawan
Budi Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

BRI Super League: Terseret ke Zona Merah, Pelatih Persijap Janjikan Kebangkitan saat Menjamu Borneo FC

Persijap Jepara terbenam dalam zona merah klasemen sementara BRI Super League usai mengalami serangkaian hasil buruk. Tim berjuluk Laskar Arya Bumi ini kini berada dalam posisi yang genting, memaksa pelatih dan tim untuk segera menemikan solusi agar tidak terjerat degan masalah degradasi. Dalam situasi sulit ini, Persijap akan menjalani laga krusial melawan Borneo FC di Stadion Bumi Kartini, Jepara, Minggu (15/10) mendatang.

Kondisi Persijap di papan bawah klasemen memang tidak memungkinkan untuk diabaikan. Dalam lima pertandingan terakhir, Laskar Arya Bumi hanya mampu meraih satu kemenangan, dua hasil seri, dan dua kekalahan. Performa yang tidak konsisten ini membuat mereka semakin menjauh dari zona aman dan terancam terseret ke jurang degradasi.

"Kita sadar posisi kita saat ini tidak baik. Tapi kami tidak akan menyerah. Ini adalah bagian dari permainan dan kita harus tetap tegar," ujar pelatih Persijap, Agus Yoewanto, dalam konferensi pers jelang laga kontra Borneo FC.

Tantangan Berat di Depan Mata

Persijap akan menghadapi lawan yang tidak mudah, Borneo FC yang sedang dalam performa apik. Tim berjuluk The Galaksi ini baru saja meraih kemenangan telak 3-0 atas Persikabo 1973 dalam lanjutan BRI Super League. Kemenangan tersebut membuat Borneo FC semakin percaya diri dan menjadi ancaman serius bagi Persijap yang sedang lesu.

"Borneo FC adalah tim yang berbahaya. Mereka memiliki pemain-pemain berkualitas dan sedang dalam performa bagus. Kita harus bermain dengan maksimal jika ingin meraih poin penuh," tambah Agus Yoewanto.

Di sisi lain, Persijap juga harus menghadapi masalah cedera beberapa pemain kunci. Beberapa pemain inti seperti Muhammad Fachruddin dan Ricky Fajrin masih diragukan untuk tampil karena cedera yang mereka alami di pertandingan sebelumnya. Kondisi ini membuat Persijap harus lebih kreatif dalam merancang strategi permainan.

Strategi Kebangkitan

Menghadapi situasi sulit, Agus Yoewanto mengaku telah menyiapkan strategi khusus untuk membangkitkan performa tim. Menurutnya, fokus utama adalah memperbaiki komunikasi di antara pemain dan meningkatkan konsentrasi selai 90 menit berjalan.

"Kita perlu kembali ke dasar-dasar permainan. Komunikasi yang baik antar pemain adalah kunci. Juga kita harus fokus penuh dari menit pertama hingga akhir," jelas Agus.

Salah satu strategi yang akan diterapkan adalah memperkuat lini pertahanan. Dalam beberapa pertandingan terakhir, Persijap kebobolan gol terlalu mudah karena banyaknya kesalahan individual di lini belakang. Agus berencana melakukan perubahan formasi agar lini pertahanan lebih kompak.

"Kita akan mencoba formasi yang sedikit berbeda untuk memberikan stabilitas lebih di pertahanan. Tapi tetap dengan filosofi menyerang yang kita miliki," tambahnya.

Dukungan Suporter Jadi Semangat

Dalam situasi genting ini, dukungan dari suporter Persijap diyakini menjadi pemicu utama untuk bangkit. Laskar Arya Bumi pun berharap para pendukung bisa hadir memberikan dukungan penuh saat menjamu Borneo FC.

"Kami butuh dukungan mereka. Dengan suporter yang solid, kami percaya bisa memberikan performa terbaik," ujar kapten tim, Muhammad Ridho.

Menatjau ke depan, laga kontra Borneo FC menjadi penentu nasib Persijap di putaran kedua. Jika mampu meraih kemenangan, peluang tim untuk keluar dari zona merah akan semakin terbuka. Sebaliknya, jika kalah, posisi mereka akan semakin genting.

"Ini adalah laga hidup mati bagi kami. Kita akan bermain dengan 100% kemampuan untuk meraih kemenangan," pungkas Ridho.

Pertandingan Persijap melawan Borneo FC rencananya akan digelar pada Minggu (15/10) pukul 15.30 WIB di Stadion Bumi Kartini, Jepara. Pertandingan ini diprediksi akan berlangsung seru karena kedua tim membutuhkan poin untuk tujuan masing-masing.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Budi Gunawan

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter