17, 2026
Nasional

Mengulik Jersey PSIM Musim 2026/2027: Sentuhan Adidas dan Identitas Batik Parang, Mana yang Paling Laris?

Tania Sari
Tania Sari Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Jersey PSIM Musim 2026/2027: Sentuhan Adidas dan Identitas Batik Parang, Mana yang Paling Laris?

Jersey klub sepak bola PSIM Yogyakarta untuk musim kompetisi 2026/2027 telah resmi diluncurkan dengan dua desain utama yang menarik perhatian pubeter. Dua varian jersey ini menggabungkan sentuhan modern dari merek Adidas dengan kekayaan budaya lokal melalui motif batik parang yang menjadi ciri khas Yogyakarta. Peluncuran jersey ini menjadi momen penting bagi suporter PSIM yang setia menunggu produk resmi klub.

Desain Modern dengan Sentuhan Budaya

Kolaborasi antara PSIM dengan Adidas menghasilkan jersey yang tidak hanya fungsional namun juga penuh makna simbolis. Jersey pertama mengusung konsep modern dengan warna dominan biru gelap dan putih, yang merupakan warna khas PSIM. Di bagian dada terdapat logo Adidas yang elegan, sementara di bagian dada kiri terdapat logo klub PSIM yang dipadukan dengan elemen batik parang di bagian pundak dan lengan.

Sementara itu, jersey kedua lebih menonjolkan elemen budaya dengan motif batik parang yang menjadi motif utama di seluruh permukaan jersey. Warna dasar jersey ini adalah merah tua dengan aksen emas yang melambangkan keberanian dan kejayaan. Desain ini menjadi inovasi baru dalam dunia sepak bola Indonesia yang menggabungkan elemen lokal dengan fashion olahraga global.

Proses Pembuatan dan Bahan Berkualitas

Kedua jersey ini dibuat dengan bahan berkualitas tinggi dari Adidas yang dirancang khusus untuk aktivitas olahraga. Bahan ini mampu menyerap keringat dengan cepat dan menyebarkannya ke permukaan luar jersey, sehingga pemain tetap nyaman selama pertandingan. Teknologi Climacool yang diadopsi dari Adidas memastikan sirkulasi udara yang optimal di dalam jersey.

Proses pembuatan jersey ini memakan waktu tiga bulan sejak awal perencanaan hingga produksi massal. Tim desain dari Adidas bekerja sama dengan para pengrajin batik Yogyakarta untuk memastikan motif batik parang dapat diimplementasikan dengan tepat pada bahan jersey tanpa kehilangan keasliannya. Setiap motif dicetak dengan teknologi printing khusus yang tahan lama dan tidak mudah luntur meski sering dicuci.

Respon Positif dari Suporter

Peluncuran jersey PSIM musim 2026/2027 mendapat respons positif dari suporter. Kedua varian jersey ini langsung laku keras di pasaran sejak hari pertama penjualan. Menurut data penjualan, jersey dengan desin batik parang menjadi yang paling diminati, dengan angka penjualan melampaui 70% dari total produksi awal.

"Jersey dengan batik parang benar-benar menjadi favorit suporter. Mereka bangga bisa memakai jersey yang memadukan budaya lokal dengan tim kesayangan mereka," ujar Manajer Pemasaran PSIM, Budi Santoso, dalam rilis resmi klub.

Sementara itu, versi jersey dengan desain lebih minimalis juga tetap diminati oleh sebagian suporter yang lebih menyukai tampilan klasik. Kedua jersey tersedia dalam beberapa ukuran dan dapat dibeli melalui toko resmi online PSIM serta gerai-gerai resmi Adidas di Indonesia.

Strategi Komersial dan Dampak Positif bagi Klub

Peluncuran jersey baru ini bukan sekadar peningkatan visual untuk tim, tetapi juga strategi komersial yang matang bagi PSIM. Adidas sebagai sponsor utama menjamin kualitas produk dan memasarkannya melalui jaringan global mereka, sementara PSIM mendapatkan pendapatan tambahan dari royalti penjualan.

"Kolaborasi ini membawa dampak positif bagi kami. Selain meningkatkan citra klub, juga membuka peluang bagi para pengrajin lokal untuk menunjukkan karya mereka ke tingkat yang lebih luas," tambah Budi Santoso.

Dengan keberhasilan peluncuran jersey ini, PSIM berencana untuk terus mengembangkan produk-produk merchandise lainnya yang menggabungkan elemen budaya lokal dengan desain modern. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat identitas klub sekaligus mempromosikan kebudayaan Indonesia ke panggung internasional.

Seiring dengan dimulainya musim kompetisi baru, kedua jersey ini akan menjadi identitas visual utama bagi para pemain dan suporter PSIM saat mendukung tim di setiap pertandingan. Keberadaan jersey yang menggabungkan global dan lokal ini menjadi bukti bahwa PSIM terus berinovasi tanpa meninggalkan akar budaya yang menjadi fondasi klub.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Tania Sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter