17, 2026
Politik

Geber Program Lisdes, Pemerintah Targetkan Seluruh Desa di Indonesia Teraliri Listrik di Tahun 2029

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2018/12/11/5c0f6a77a8a02-sejumlah-pekerja-melakukan-perbaikan-dan-pergantian-kabel-jaringan-listrik-di-de_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Hesti Kusuma
Hesti Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Geber Program Lisdes, Pemerintah Targetkan Seluruh Desa di Indonesia Teraliri Listrik di Tahun 2029

Pemerintah Indonesia menggandakan upayanya dalam memastikan seluruh desa di negeri ini teraliri listrik. Melalui percepatan Program Listrik Desa (Lisdes), pemerintah menargetkan pada tahun 2029 seluruh desa di Indonesia akan memiliki akses listrik. Target ini lebih cepat dibandingkan rencana semula yang menargetkan 100% akses listrik di seluruh desa pada tahun 2030.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menjelaskan bahwa percepatan program ini merupakan komitmen pemerintah dalam mewujudkan keadilan energi di seluruh wilayah Indonesia. "Kita tidak ingin ada lagi desa yang tersisa tanpa akses listrik. Listrik adalah kebutuhan dasar yang harus tersedia di mana pun, termasuk di pelosok desa terpencil," ujarnya dalam konferensi pers yang diadakan pekan lalu.

Tantangan dan Solusi dalam Akses Listrik Desa

Meski targetnya ambisius, pemerintak mengakui masih ada tantangan besar dalam mewujudkan 100% akses listrik di seluruh desa. Salah satu tantangan utama adalah geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dengan kondisi topografi yang beragam. Beberapa daerah terpencil dan terpencil masih sulit dijangkau oleh infrastruktur listrik.

Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah akan menggabungkan beberapa solusi. Pertama, melalui pengembangan jaringan listrik konvensional di daerah yang memungkinkan. Kedua, memperluas penggunaan sistem listrik tenaga surya (solar home system) untuk daerah terpencil yang sulit dijangkau jaringan listrik. Ketiga, memanfaatkan potensi energi terbarukan lainnya seperti mikrohidro dan biomassa sesuai kondisi setempat.

Deputi Infrastrstruktur Energi Mineral dan Ketenagalistrikan Bappenas, Rudi Novrianto, menambahkan bahwa pemerintah juga akan memperhatikan aspek keberlanjutan dan kemandirian. "Kita tidak hanya fokus pada instalasi, tetapi juga memastikan sistem berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Ini termasuk pelatihan masyarakat setempat dalam perawatan sistem listrik," jelasnya.

Anggaran dan Pelaksanaan Program

Untuk mewujudkan target ini, pemerintah mengalokasikan anggaran yang signifikan. Anggaran Program Lisdes tahun 2023 diperkirakan mencapai Rp 7,7 triliun, meningkat dari tahun sebelumnya. Anggaran ini akan digunakan untuk membangun infrastruktur listrik, memasang sistem tenaga surya, serta pelatihan dan pemeliharaan.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan tahun ini bisa menambah 1,5 juta keluarga penerima manfaat listrik. "Target ini lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya 1,2 juta keluarga. Kita akan terus meningkatkan capaian ini hingga mencapai target 100% akses listrik di desa pada tahun 2029," ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Keberhasilan Program Lisdes diharapkan akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat di pelosok desa. Dengan adanya akses listrik, aktivitas belajar mengajar anak-anak bisa lebih optimal, pelayanan kesehatan bisa ditingkatkan, dan peluang usaha masyarakat bisa berkembang.

Sejumlah studi menunjukkan bahwa adanya akses listrik dapat meningkatkan pendapatan masyarakat desa hingga 30%. "Dengan listrik, masyarakat bisa membuka usaha seperti pengolahan hasil pertanian, usaha kerajinan, atau aktivitas malam yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan. Ini akan membuka peluang ekonomi baru di desa," jelas pakar ekonomi dari Universitas Indonesia, Rizal Ramli.

Pemerintah juga berencana memberdayakan koperasi dan kelompok masyarakat dalam pengelolaan listrik desa. Melalui pendekatan partisipatif ini, diharapkan masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat tetapi juga menjadi aktor dalam pengembangan energi di daerahnya masing-masing.

Masa Depan Energi Desa

Setelah mencapai target 100% akses listrik di desa, pemerintah berencana melanjutkan program dengan fokus pada peningkatan kualitas dan keandalan listrik. "Kita tidak hanya ingin desa teraliri listrik, tetapi juga listrik yang berkualitas, andal, dan terjangkau. Ini adalah hak dasar setiap warga negara," tambah Bambang Brodjonegoro.

Pemerintah juga akan mendorong integrasi energi terbarukan dalam sistem kelistrikan desa. Tujuannya adalah untuk mencapai target emisi netral dan pembangunan berkelanjutan. "Energi desa yang berkelanjutan bukan hanya soal ketersediaan, tetapi juga keberlanjutan lingkungan dan ekonomi lokal," tegas Arifin Tasrif.

Dengan komitmen kuat dan pelaksanaan yang terencana, harapan seluruh desa di Indonesia akan merasakan manfaat listrik pada tahun 2029 bukan lagi sekadar mimpi, tetapi kenyataan yang akan segera terwujud.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hesti Kusuma

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter