17, 2026
Politik

Bahlil Ungkap Instruksi Prabowo di Rapat Dewan Energi Nasional Pertama di 2026

Presiden Prabowo memimpin Sidang Dewan Energi Nasional, membahas ketahanan energi dan kemandirian nasional di tengah geopolitik global.]]>

Fajar Hidayat
Fajar Hidayat Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Bahlil Ungkap Instruksi Prabowo di Rapat Dewan Energi Nasional Pertama di 2026

Bahlil Ungkap Instruksi Prabowo di Rapat Dewan Energi Nasional Pertama di 2026

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi khusus saat membuka rapat Dewan Energi Nasional (DEN) pertama pada tahun 2026. Rapat yang menjadi tonggak penting dalam implementasi kebijakan energi nasional ini dihadiri oleh para pejabat tinggi pemerintah, para ahli energi, serta perwakili dari berbagai sektor terkait.

Dalam rapat yang berlangsung di Istana Negara, Bahlil menjelaskan bahwa instruksi Presiden Prabowo bersifat komprehensif dan mengarah pada peningkatan kemandirian energi nasional. Presiden menekankan pentingnya percepatan transisi energi yang berkelanjutan sekaligus memastikan ketersediaan energi yang memadai untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Instruksi Presiden Terkait Kemandirian Energi

Salah satu poin utama yang disampaikan Presiden adalah percepatan program kemandirian energi melalui pengembangan sumber energi terbarukan. Presido meminta agar target energi terbarukan mencapai 44% pada tahun 2050 harus dicapai lebih cepat dengan memanfaatkan potensi Indonesia yang kaya akan sumber energi matahari, angin, dan geotermal.

"Presiden menekankan bahwa kita tidak boleh bergantung pada satu sumber energi saja. Kita perlu diversifikasi sumber energi dengan memprioritaskan energi terbarukan yang ramah lingkungan," ujar Bahlil seusai rapat.

Selain itu, Presiden juga memerintahkan percepatan pembangunan infrastruktur energi terintegrasi, termasuk jaringan listrik nasional yang lebih luas dan stabil. Ini penting untuk mendukung program industrialisasi dan peningkatan investasi di sektor manufaktur yang membutuhkan pasokan energi yang andal.

Fokus pada Transformasi Sektor Migas

Bagian penting lainnya dalam instruksi Presiden adalah transformasi sektor migas yang lebih berkelanjutan. Meskipun Indonesia tetap menjadi produser minyak dan gas, Presiden meminta agar sektor ini diarahkan untuk mendukung transisi energi alih-alih menjadi beban bagi negara.

"Presiden mengingatkan bahwa kita harus cerdas dalam mengelola sumber daya migas. Kita perlu memastikan bahwa kegiatan eksplorasi dan produksi dilakukan secara efisien dan berkelanjutan," jelas Bahlil.

Untuk mencapai target ini, pemerintah akan mendorong kolaborasi dengan pelaku industri migas baik dalam negeri maupun internasional. Terlebih lagi, pemerintah akan mempercepat program digitalisasi dalam manajemen sumber daya migas guna meningkatkan efisiensi dan transparansi.

Peningkatan Koordinasi Antar Kementerian

Presiden juga menyoroti pentingnya koordinasi antar kementerian dan lembaga dalam implementasi kebijakan energi. Dewan Energi Nasional yang baru dibentuk ini akan menjadi forum koordinasi yang efektif untuk memastikan kebijakan energi yang konsisten dan terintegrasi.

Untuk mendukung koordinasi ini, pemerintah akan membentuk tim kerja khusus yang terdiri dari perwakilan dari Kementerian ESDM, Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Perindustrian, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Tantangan dan Masa Depan Energi Indonesia

Dalam rapat tersebut, Bahlil juga mengakui tantangan yang dihadapi dalam transformasi energi nasional. Pertumbuhan populasi dan ekonomi yang pesat meningkatkan permintaan energi, sementara tekanan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca juga semakin kuat.

Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah akan mengembangkan berbagai program inovatif dalam sektor energi, termasuk peningkatan efisiensi energi, pengembangan teknologi energi baru, serta penguatan peran energi dalam mendukung pembangunan daerah terpencil.

Dengan instruksi yang jelas dari Presiden, Bahlil optimis bahwa Indonesia dapat mencapai tujuan kemandirian energi sekaligus berkontribusi dalam upaya global untuk mengurangi perubahan iklim. Rapat Dewan Energi Nasional pertama ini diharapkan menjadi titik balik dalam perjalanan energi Indonesia menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dan sejahtera.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Fajar Hidayat

Penulis berita kesehatan nasional dan kebijakan layanan medis.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter