Antrean BBM di Makassar Mengular, BPH Migas Pastikan Stok Pertalite Aman
Makassar - Antrean kendaraan di sejumlah SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) di Kota Makassar terpantau masih panjang pada Rabu (26/7/2023). Fenomena ini terjadi setelah beredar kabar adanya kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite. Badan Kebijakan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) segera memberikan klarifikasi bahwa stok Pertalite di Sulawesi Selatan aman dan tersedia secara merata.
Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean kendaraan roda dua dan roda empat terlihat membludak di SPBU yang menyediakan Pertalite. Beberapa SP bahkan sempat menutup sementara pengisian bahan bakar akibat banyaknya permintaan yang melonjak drastis. Warga tampak khawatir dan berbondong-bondong mengisi tangki kendaraannya sebelum stok benar-benar habis.
Situasi di Lapangan
Seorang warga setempat, Ahmad (45), mengaku mendapat informasi adanya kelangkaan Pertalite dari temannya di grup WhatsApp. "Saya mendapat kabar tadi malam bahwa Pertalite akan sulit didapatkan. Saya khawatir kehabisan, jadi langsung datangi SPBU terdekat. Memang benar, antrean panjang sekali," ujah Ahmad sambil menunggu giliran mengisi motornya.
Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Operasi dan Pemasaran BBM Wilayah Sulawesi BPH Migas, Muhammad Iqbal, mengatakan pihaknya telah memantau situasi secara real-time. Menurutnya, lonjakan permintaan disebabkan oleh isu yang beredar di masyarakat yang tidak benar. "Kami sudah melakukan verifikasi ke seluruh SPBU di Makassar dan sekitarnya. Hasilnya, stok Pertalite masih aman dan tidak ada kelangkaan," jelas Iqbal.
Respon BPH Migas
BPH Migas segera mengambil langkah preventif untuk mengantisipasi penyebaran informasi yang tidak bertanggung jawab. Pihaknya melakukan koordinasi dengan Pertamina untuk memastikan pasokan BBM tetap lancar. "Kami memastikan bahwa stok Pertalite di Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar, tersedia dalam jumlah yang memadai. Tidak ada alasan untuk panik dan melakukan hoarding," tegas Iqbal.
Ia menjelaskan bahwa Pertamina selaku pengelola BBM di Indonesia telah menyiapkan cadangan BBM untuk mengantisipasi lonjakan permintaan. "Kami bekerja sama dengan Pertamina untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar. Selain itu, kami juga telah meminta pihak SPBU untuk tidak melakukan pembatasan pengisian BBM kecuali jika benar-benar terjadi gangguan teknis," tambahnya.
Pemerintah Daerah Mencari Jalan Keluar
Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Perhubungan juga turun tangan untuk menanggapi situasi ini. Kepala Dinas Perhubungan Makassar, Andi Muhammad Yusuf, mengatakan pihaknya akan melakukan monitoring rutin di seluruh SPBU di wilayahnya. "Kami akan koordinasi dengan BPH Migas dan Pertamina untuk memastikan tidak ada praktik spekulasi atau penimbunan BBM. Jika ditemukan, kami akan tindak tegas," ujarnya.
Yusuf meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu yang beredar tanpa konfirmasi. "Masyarakat diminta untuk tidak percaya begitu saja dengan isu yang menyebar di media sosial. Semua informasi resmi akan kami sampaikan melalui kanal resmi pemerintah daerah dan BPH Migas," pesannya.
Dampak pada Aktivitas Masyarakat
Fenomena antrean BBM ini berdampak pada aktivitas masyarakat di Makassar. Beberapa pengusaha angkutan umum mengaku mengalami kesulitan karena harus lebih lama menunggu untuk mengisi BBM. "Biasanya butuh 15 menit untuk mengisi BBM, hari ini harus antre hingga satu jam lebih. Ini pasti mempengaruhi jadwal operasional," ujar seorang sopir angkot, Hasan (35).
Sementara itu, beberapa SPBU di luar pusat kota seperti di wilayah Maros dan Gowa juga melaporkan lonjakan permintaan. Namun, hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan adanya kekosongan stok BBM di wilayah tersebut.
Langkah Pencegahan ke Depan
BPH Migas mengaku akan meningkatkan monitoring terhadap stok dan distribusi BBM di seluruh Indonesia. "Kami akan meningkatkan frekuensi monitoring untuk memastikan stok BBM selalu tersedia dan tidak ada praktik tidak sehat dalam distribusi," kata Iqbal.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam mengonsumsi BBM. "Jangan terpancing isu yang tidak benar. Stok BBM aman, jadi tidak perlu hoarding. Hal ini justru akan menyebabkan ketidakstabilan harga dan ketersediaan," pesannya.
Dengan adanya penjelasan resmi dari BPH Migas dan Pemkot Makassar, diharapkan masyarakat dapat kembali tenang dan tidak terpancing isu kelangkaan BBM. Pihak berwenang berjanji akan terus memantau situasi dan menjamin kelancaran pasokan BBM di seluruh wilayah Indonesia.
Komentar (0)