PLN dan Pelindo Resmikan Onshore Power Supply 1 MVA di Pelabuhan Tanjung Priok
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I telah meresmikan sistem Onshore Power Supply (OPS) dengan kapasitas 1 MVA di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Proyek kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam mendukung program pemerintah untuk mengurangi emisi karbon dan mewujudkan pelabuhan hijau di Indonesia.
Upacara peresmian dihadiri oleh Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini dan Direktur Utama Pelindo I Arif Suhartono beserta jajaran eksekutif perusahaan. Sistem OPS ini merupakan implementasi teknologi canggih yang memungkinkan kapal-kapal di pelabuhan untuk mematikan mesin pembakaran mereka dan terhubung dengan suplai listrik dari darat selama berada di pelabuhan.
Teknologi Hijau untuk Pelabuhan Modern
Sistem Onshore Power Supply yang diresmikan memiliki kapasitas 1 MVA dan mampu memenuhi kebutuhan listkapal-kapal yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok. Dengan menggunakan teknologi ini, kapal tidak lagi perlu menjalankan mesin utamanya selama berada di pelabuhan, yang pada gilirannya mengurangi emisi gas buang, polusi suara, dan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Kolaborasi Strategis untuk Mewujudkan Netralitas Karbon
PLN dan Pelindo telah bekerja sama dalam mengembangkan infrastruktur ini selama kurun waktu tertentu. Zulkifli Zaini menegaskan bahwa keterlibatan PLN dalam program ini merupakan bentuk komitmen perusahaan mendukung program pemerintah dalam mencapai target netralitas karbon pada tahun 2060.
Dampak Positif terhadap Lingkungan dan Industri Maritim
Penggunaan OPS diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan emisi di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok. Berdasarkan studi yang dilakukan, pengoperasian mesin kapal di pelabuhan menyumbang sekitar 30% dari total emisi gas buang di area pelabuhan. Dengan beralih ke OPS, emisi ini dapat dikurangi hingga 90%.
Selain itu, penggunaan OPS juga akan mengurangi polusi suara yang dihasilkan oleh mesin kapal, menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi para pekerja di pelabuhan dan masyarakat sekitar. Konsumsi BBM oleh kapal juga akan turun secara signifikan, yang pada gilirannya mengurangi biaya operasional bagi pemilik kapal.
Langkah Menuju Pelabuhan Hijau Indonesia
Implementasi OPS di Tanjung Priok merupakan bagian dari rencana lebih luasan untuk mengubah seluruh pelabuhan milik Pelindo menjadi pelabuhan hijau. Pelindo I berencana mengimplementasikan sistem serupa di pelabuhan-pelabuhan lain di wilayahnya, seperti Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan Pelabuhan Belawan Medan.
Tantangan dan Masa Depan OPS di Indonesia
Meski telah diresmikan, implementasi OPS di Tanjung Priok masih menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah perlu adanya kesadaran dan partisipasi dari para pemilik kapal untuk menggunakan fasilitas ini. Selain itu, diperlukan standarisasi teknis agar sistem OPS yang diimplementasikan di berbagai pelabuhan di Indonesia dapat saling kompatibel.
PLN dan Pelindo berencana untuk melakukan sosialisasi intensif kepada para stakeholder terkait manfaat penggunaan OPS. Mereka juga akan memfasilitasi pelatihan teknis bagi para awak kapal dan petugas pelabuhan untuk memastikan operasional sistem ini berjalan dengan optimal.
Dengan diresmkannya OPS di Tanjung Priok, Indonesia semakin dekat dengan visi menjadi negara dengan industri maritim yang berkelanjutan. Kolaborasi antara PLN dan Pelindo ini diharapkan menjadi model bagi kolaborasi sektor lain dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan penurunan emisi karbon di Indonesia.
Komentar (0)