17, 2026
Nasional

BPOM Anggarkan Rp 509 Miliar pada 2027 Buat Awasi MBG

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/05/07/69fca6eed4126-kepala-badan-pengawas-obat-dan-makanan-bpom-taruna-ikrar_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Eko Wibowo
Eko Wibowo Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

BPPM Anggarkan Rp 509 Miliar pada 2027 untuk Penguatan Pengawasan Pasar Obat dan Makanan

Badan POM mengalokasikan dana sebesar Rp 509 miliar pada anggaran tahun 2027 untuk memperkuat sistem pengawasan pasar obat dan makanan (MBG). Anggaran ini merupakan bagian dari komitmen Badan POM dalam memastikan keamanan, kualitas, dan keamanan produk obat dan makanan yang beredar di pasaran. Kepala Badan POM, Taruna Ikrar Gemini, menjelaskan bahwa anggaran tersebut akan digunakan untuk berbagai program strategis dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengawasan.

Target Anggaran dan Alokasi Dana

Anggaran sebesar Rp 509 miliar tersebut merupakan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dana ini akan dialokasikan untuk berbagai kegiatan, di antaranya adalah percepatan digitalisasi sistem pengawasan, peningkatan kapasitas laboratorium, serta penguatan sumber daya manusia di lapangan. "Dengan anggaran ini, kita berharap dapat meningkatkan capaian pengawasan hingga 90% dari target yang telah ditetapkan," ujar Taruna dalam konferensi pers yang diadakan kemarin.

Dari total anggaran tersebut, sekitar 40% akan digunakan untuk pengembangan sistem digitalisasi yang mencakup peluncuran aplikasi pengawasan berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Sisanya akan dialokasikan untuk peningkatan laboratorium uji, pelatihan SDM, serta operasional pengawasan di lapangan. Badan POM juga berencana untuk membuka pos pengawasan di beberapa daerah yang sebelumnya belum terlayani dengan baik.

Strategi Digitalisasi Pengawasan

Salah satu fokus utama dalam anggaran tahun 2027 adalah percepatan program digitalisasi pengawasan pasar obat dan makanan. Badan POM akan mengembangkan sistem integrasi yang memungkinkan pelacakan produk dari produsen hingga konsumen. Sistem ini akan menggunakan teknologi blockchain untuk memastikan keamanan dan integritas data. "Dengan sistem digital yang terintegrasi, kita dapat dengan mudah melacak produk yang mencurigakan dan segera mengambil tindakan pencegahan," jelas Taruna.

Selain itu, Badan POM juga akan mengembangkan aplikasi mobile yang dapat diakses oleh masyarakat untuk melaporkan produk obat dan makanan yang diduga tidak aman atau berkualitas buruk. Aplikasi ini akan dilengkapi dengan fitur verifikasi barcode yang memungkinkan konsumen memerikasau keaslian produk secara real-time. "Kita ingin masyarakat menjadi mata dan telinga bagi Badan POM dalam mengawasi pasar," tambahnya.

Peningkatan Kapasitas Laboratorium

Untuk mendukung program pengawasan, Badan POM akan mengalokasikan dana sebesar Rp 120 miliar untuk peningkatan kapasitas laboratorium. Dana ini akan digunakan untuk membeli peralatan uji terbaru serta melatih tenaga ahli laboratorium. "Laboratorium merupakan tulang punggung dalam pengawasan kualitas produk. Dengan peralatan yang memadai dan tenaga ahli yang terampil, kita dapat melakukan uji dengan akurasi tinggi," ujar Kepala Divisi Laboratorium Badan POM, Dr. Siti Aminah.

Badan POM berencana untuk membuka tiga laboratorium uji baru di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Laboratorium-laboratorium ini akan dilengkapi dengan peralatan uji yang mampu mendeteksi berbagai jenis bahan berbahaya dalam produk obat dan makanan, seperti logam berat, mikroorganisme patogen, serta residu pestisida.

Penguatan Sumber Daya Manusia

Peningkatan sumber daya manusia menjadi prioritas utama dalam anggaran tahun 2027. Badan POM akan mengalokasikan sekitar Rp 150 miliar untuk pelatihan dan pengembangan kompetensi aparatur pengawas. "Kualitas pengawasan sangat tergantung pada kualitas SDM-nya. Oleh karena itu, kita akan terus meningkatkan kompetensi aparatur melalui berbagai program pelatihan," jelas Taruna.

Program pelatihan mencakup peningkatan pengetahuan tentang regulasi terbaru, keterampilan investigasi, serta penggunaan teknologi dalam pengawasan. Selain itu, Badan POM juga akan merekrut 500 aparatur pengawas baru yang akan ditempatkan di berbagai daerah, terutama di daerah perbatasan dan wilayah terpencil.

Tantangan dan Tindakan Pencegahan

Meski memiliki anggaran yang memadai, Badan POM mengakui masih banyak tantangan dalam mengawasi pasar obat dan makanan. Salah satu tantangan utama adalah adanya produk ilegal yang masuk melalui jalur tidak resmi. "Kita akan meningkatkan koordinasi dengan pihak berwenang seperti Bea Cukai dan Kepolisian untuk mencegah masuknya produk ilegal," ujar Taruna.

Selain itu, Badan POM juga akan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya produk ilegal dan cara membedakan produk legal dengan yang ilegal. Badan POM akan bekerja sama dengan media, organisasi masyarakat, serta tokoh agama untuk menyebarkan informasi ini secara masif.

Dengan anggaran yang signifikan dan strategi yang matang, Badan POM berharap dapat meningkatkan kualitas pengawasan pasar obat dan makanan pada tahun 2027. "Kami berkomitmen untuk memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat terhadap produk obat dan makanan yang tidak aman," tutup Taruna.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Eko Wibowo

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter