18, 2026
Nasional

Arab Makin Panas, Potret Baku Tembak Arab Saudi vs Houthi di Yaman

Kelompok Houthi memperlihatkan pertempuran yang diklaim terjadi antara pejuang Houthi dan pasukan yang didukung Arab Saudi di Provinsi Jawf Timur, Yaman.]]>

Arief Pratama
Arief Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Arab Makin Panas, Potret Baku Tembak Arab Saudi vs Houthi di Yaman

Arab Makin Panas, Potret Baku Tembak Arab Saudi vs Houthi di Yaman

Konflik di Yaman kembali memanas dengan intensitas meningkat sejak beberapa pekan terakhir. Bentrokan antara koalisi yang dipimpin Arab Saudi dan pemberontak Houthi semakin sengit, menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. Situasi yang semakin genting ini menunjukkan betapa rawamya stabilitas di wilayah yang kaya minyak ini.

Latar Belakang Konflik

Konflik di Yaman berlangsung sejak tahun 2014 ketika kelompok Houthi, yang berafiliasi dengan komuniti Syiah Zaidi, menguasai ibu kota Sana'a dan memaksa presiden yang diakui secara internasional, Abdrabbuh Mansur Hadi, melarikan diri. Pada tahun 2015, Arab Saudi memimpin intervensi militer dengan dukukan negara-negara Arab dan sekutu barat untuk memulihkan pemerintahan Hadi.

Sejak itu, Yaman terjebak dalam perang saudara yang memakan korban jiwa lebih dari 373.000 orang, termasuk lebih dari 23.000 korban sipil, menurut laporan PBB. Konflik ini juga mengakibatkan krisis kemanusiaan terburuk di dunia dengan lebih dari 24 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaitan dan 17,4 juta orang berisiko kelaparan.

Eskalasi Terbaru

Pekan terakhir ini, situasi di perbatasan Arab Saudi dan Yaman kembali memanas. Koalisi pimpinan Arab Saudi melaporkan serangan rudal dan drone oleh Houthi yang menargetkan fasilitas industri di kota Abha dan Khamis Mushait. Serangan ini menyebabkan kerusakan pada fasilitas dan menewaskan seorang warga sipil.

Dalam serangan balasan, koalisi Arab Saudi meluncarkan serangan udara ke posisi Houthi di provinsi Saada, Yaman. Militer Arab Saudi menyatakan bahwa serangan ini bertujuan untuk menghancurkan infrastruktur militer Houthi yang digunakan untuk melancarkan serangan ke Arab Saudi.

Sementara itu, Houthi mengklaim telah menembakkan rudal balas dendam ke pangkalan militer Arab Saudi di response terhadap serangan udara koalisi yang menewaskan beberapa pejuang mereka di perbatasan.

Dampak Regional

Eskalasi konflik ini menimbulkan kekhawatiran akan perang yang lebih luas di kawasan. Iran, yang diduga mendukung Houthi secara militer dan finansial, menyerang Arab Saudi atas serangan mereka ke Yaman. Di sisi lain, Arab Saudi dan sekutunya mendapat dukungan dari Amerika Serikat dan negara-negara barat lainnya.

Konflik ini juga berdampak pada harga minyak dunia. Arab Saudi adalah produsen minyak terbesar di dunia, dan ketegangan di wilayah ini menimbulkan kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak. Harga minyak mentah Brent naik lebih dari 2% akibat eskalasi konflik terbaru.

Krisis Kemanusiaitan

Sementara itu, krisis kemanusiaitan di Yaman terus memburuk. PBB melaporkan bahwa konflik terbaru telah menyebabkan pemindahan paksa ribuan warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak. Banyak dari mereka terpaksa meninggalkan rumah mereka tanpa membawa apa-apa dan mencari perlindungan di tempat aman.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengkhawatirkan akses kesehatan yang terbatas bagi warga sipil di wilayah konflik. Banyak rumah sakit dan puskesmas telah rusak akibat serangan udara, dan stok obat-obatan terus menipis.

UNICEF juga menyoroti situasi anak-anak di Yaman, yang merupakan korban paling rentan dalam konflik ini. Ribuan anak-anak kehilangan akses pendidikan, dan banyak di antaranya terpaksa bekerja untuk mendapatkan nafkah bagi keluarga mereka.

Upaya Diplomasi

Upaya diplomasi untuk menghentikan konflik di Yaman terus berlanjut, namun hasilnya masih belum terlihat. PBB telah berupaya beberapa kali untuk mengadakan gencatan senjata, namun upaya ini gagal karena kedua belah pihak saling menyalahkan satu sama lain.

Amerika Serikat dan negara-negara barat lainnya telah meminta Arab Saudi untuk menghentikan serangan udara mereka, namun Arab Saudi menegaskan bahwa mereka akan terus melakukannya selama Houthi terus menyerang mereka.

Sementara itu, Iran menyerang Arab Saudi atas serangan mereka ke Yaman dan menegaskan bahwa mereka akan terus mendukung Houthi sampai konflik di Yaman berakhir.

Prospek Masa Depan

Prospek masa depan konflik di Yaman masih sangat samar. Meskipun ada upaya diplomasi, kedua belah pihak tampaknya tidak bersedia menghentikan serangan mereka. Houthi terus menyerang Arab Saudi, sementara Arab Saudi terus melancarkan serangan udara ke posisi Houthi di Yaman.

Konflik ini tidak hanya menimbulkan kerugian bagi Yaman, tetapi juga berdampak pada stabilitas regional dan ekonomi global. Kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas dan gangguan pasokan minyak terus meningkat.

Internasional terus meminta kedua belah pihak untuk menunjukkan kehati-hatian dan menghentikan permusuhan demi kepentingan rakyat Yaman dan stabilitas regional. Namun, hingga saat ini, seruan ini masih belum diindahkan oleh para pemain konflik.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Arief Pratama

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter