Mawar Putih dan Doa Kembali Selamat untuk 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda
Sebuah momen penuh harap dan doa digelar di Pantai Anyer, Banten, Rabu (15/11) pagi. Keluarga, rekan seprofesi, dan para pendukung mengumpulkan untuk memberikan doa bagi lima jurnalis yang masih dinyatakan hilang sejak Minggu (12/11) lalu. Kelima korban adalah Eko Wahyu Santoso (TVOne), Widyawan (TVOne), Hery Zudianto (TVOne), Adhiyatmo (TVOne), dan Fajar Sidik (ANTARA).
Acara doa yang digelar sederhana namun penuh makna ini dihadiri oleh puluhan peserta yang membawa bunga mawar putih sebagai simbol kesucian dan harapan. Mereka membentuk lingkaran di sekitar pantai sambil membacakan doa dan menyanyikan lagu rohani. Adegan ini menjadi kontras dengan kondisi cuaca yang tidak menentu di Selat Sunda, tempat pencarian masih terus dilakukan.
Pencarian Terus Dilakukan di Tengah Tantangan
Pencarian bagi kelima jurnalis yang terlibat dalam liputan gunung Anak Krakatau masih berlanjut hingga hari ketiga. Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, serta nelayan setempat terus melakukan patroli di perairan Selat Sunda. Area yang menjadi sorotan adalah sekitar perairan Pulau Legundi dan Pulau Sebesi, lokasi terakhir kali kapal motor KM. Sinabung terlihat sebelum hilang kontak.
"Kondisi cuaca di Selat Sunda masih tidak stabil. Arus cukup deras dan tinggi gelombang bervariasi antara 1-3 meter," ujar Kepala Basarnas Budi Aditiyanto dalam konferensi pers di Pelabuhan Ratu, Selasa (14/11). Menurutnya, tim SAR menggunakan tiga kapal patroli dan satu pesawat untuk memperluas area pencarian.
KM. Sinabung yang membawa enam orang awak kapal dan lima jurnalis dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 14.30 WIB pada Minggu (12/11). Kapal tersebut sedang dalam perjalanan dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa untuk meliput aktivitas gunung Anak Krakatau yang kembali menunjukkan gejolak vulkanik.
Kronologi Kejadian dan Upaya Evakuasi
Menurut keterangan yang diterima dari salah seorang awak kapal yang selamat, kejadian bermula ketika KM. Sinabung melewati perairan Selat Sunda. Tiba-tiba gelombang besar menerjang kapal sehingga menyebabkan kapal terbalik. Lima orang termasuk kelima jurnalis terpisah dari awak kapal lainnya saat kejadian itu terjadi.
Kelima jurnalis yang hilang adalah reporter dan crew TVOne yang sedang meliput aktivitas vulkanik gunung Anak Krakatau. Mereka adalah Eko Wahyu Santoso, Widyawan, Hery Zudianto, Adhiyatmo, dan Fajar Sidik dari ANTARA yang bergabung dalam tim liputan. Sebelum hilang, mereka sempat mengirim beberapa laporan dan foto aktivitas gunung tersebut.
Respons dari Media dan Pemerintah
Kehilangan kelima jurnalis ini mendapat respons serius dari pihak media. TVOne dan ANTARA menyatakan siap mendukung seluruh upaya pencarian dan evakuasi. "Kami berdoa agar rekan-rekan kami segera ditemukan dalam keadaan selamat. Tim dari TVOne siap mendukung segala kebutuhan operasional pencarian," ujar CEO TVOne, Wishnutama.
Pemerintah juga turut menunjukkan respons cepat. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate memerintahkan jajarannya untuk memantau perkembangan pencarian dan memberikan dukungan penuh. "Kami meminta agar seluruh pihak terkait memberikan dukungan penuh dalam proses pencarian," kata Johnny dalam keterangannya.
Harapan Terus Menyala
Di tengah berbagai tantangan dan kondisi yang tidak menentu, keluarga korban masih menunjukkan ketabahan dan harapan. "Kami percaya mereka akan selamat. Kami terus berdoa dan berharap mereka segera ditemukan," ucap Siti Aminah, istri Eko Wahyu Santoso, dengan suara berkobar.
Upaya pencarian akan terus dilakukan hingga seluruh korban ditemukan. Basarnas menyatakan akan memperluas area pencarian jika diperlukan dan tidak membatasi waktu pencarian. "Kami akan terus berusaha hingga mereka ditemukan, baik dalam kondisi selamat maupun tidak," tegas Budi Aditiyanto.
Kehilangan kelima jurnalis ini menjadi pengingat akan risiko yang dihadapi oleh para jurnalis dalam melaksanakan tugas. Dalam situasi seperti ini, solidaritas dan dukungan dari berbagai pihak menjadi penting untuk memberikan kekuatan bagi keluarga korban dan rekan seprofesi mereka.
Komentar (0)