18, 2026
Nasional

Jaket Pelampung, Terpal dan Galon Ditemukan saat Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang di Selat Sunda

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/12/6aa56c042c487-pencarian-lima-jurnalis-dan-tiga-awak-kapal-yang-hilang-kontak-oleh-tim-sar_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Farid Saputra
Farid Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Jaket Pelampung, Terpal dan Galon Ditemukan saat Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang di Selat Sunda

Pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di Selat Sunda terus dilakukan oleh tim SAR. Tim pencarian menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban, termasuk jaket pelampung, terpal, dan galon air. Penemuan ini memberikan sedikit harapan meski kondisi pencarian masih dianggap sangat sulit.

Barang Penemuan Terbaru

Tim pencarian gabungan dari Basarnas, TNI AL, Polri, dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) berhasil menemukan beberapa barang yang diduga milik korban di perairan Selat Sunda pada Rabu (12/9). Barang-barang tersebut ditemukan oleh tim SAR yang sedang melakukan patroli di area pencarian.

"Kami menemukan jaket pelampung, selembar terpal besar, dan satu galon air kosong yang kemungkinan besar milik korban. Barang-barang ini ditemukan mengambang di sekitar titik terakhir posisi kapal tercatat," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Basarnas, Jaxon Siburian, dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta.

Tim SAR masih melakukan verifikasi untuk memastikan bahwa barang-barang tersebut memang milik korban yang terdiri dari lima jurnalis dari berbagai media dan tiga awak kapal KM Nusantara Jaya II yang tenggelam pada Sabtu (8/9) lalu.

Kondisi Pencarian yang Sulit

Pencarian korban yang dilakukan selama empat hari ini dihadapkan pada berbagai tantangan. Arus laut yang kuat dan tinggi gelombang mencapai dua meter membuat operasi pencarian menjadi lebih sulit. Selain itu, minimnya informasi tentang titik pasti tenggelamnya kapal juga mempersulit tim SAR.

"Kondisi cuaca di Selat Sunda masih tidak menentu. Arus dan gelombang yang besar membuat tim SAR kesulitan untuk melakukan penyisiran secara maksimal. Kami terus berupaya untuk memperluas area pencarian," jelas Jaxon.

Sebelumnya, kapal KM Nusantara Jaya II dilaporkan tenggelam saat mengangkut sejumlah penumpang dan barang di perairan Selat Sunda. Kapal ini membawa lima jurnalis yang sedang meliput kegiatan di wilayah tersebut bersama tiga awak kapal.

Korban dan Identitas yang Terkonfirmasi

Dari lima jurnalis yang dilaporkan hilang, identitas empat di antaranya sudah terkonfirmasi. Mereka adalah Ahmad Rizki (TV One), Dian Kusuma (Metro TV), Budi Santoso (Republika), dan Eko Prasetyo (Kompas). Sedangkan satu jurnalis lainnya masih dalam proses identifikasi.

Sementara itu, tiga awak kapal yang hilang adalah Kapten Surya, Purwanto (nakhoda), dan Ahmad Fauzi (ABK). Semua korban diduga masih di dalam air karena tidak ditemukan mayat hingga kini.

Upaya Pencarian Terus Dilakukan

Basarnas telah mengirimkan sejumlah kapal dan pesawat untuk mendukung operasi pencarian. Selain itu, juga turut dilibatkan nelaya lokal yang familiar dengan kondisi perairan Selat Sunda.

"Kami terus meminta dukungan dari semua pihak agar pencarian bisa berjalan maksimal. Selain itu, kami juga meminta masyarakat sekitar area pencarian untuk segera melapor jika menemukan sesuatu yang mencurigakan," tambah Jaxon.

Sejauh ini, tim SAR telah mengecek sejumlah titik di Selat Sunda, mulai dari perairan dekat Pulau Sangiang hingga wilayah perairan Banten. Area pencarian terus diperluas untuk memaksimalkan peluang menemukan korban.

Kondisi Terakhir Korban Sebelum Hilang

Saksi mata yang berhasil diselamatkan menceritakan bahwa kondisi cuaca saat kapal berlayar tidak terlalu buruk. Namun, tiba-tiba badai datang dengan cepat yang menyebabkan kapal terbalik dan tenggelam.

Penyebab pasti tenggelamnya kapal masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang. Tim investigasi dari pemerintah daerah setempat juga telah turun ke lokasi untuk mengumpulkan data lebih lanjut.

Respons Pemerintah dan Media

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, telah memerintahkan Basarnas untuk melakukan pencarian maksimal. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Sementara itu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) juga turut mengimbau kepada media untuk memberikan ruang bagi keluarga korban. PWI juga menyatakan siap membantu proses evakuasi dan penyelidikan kecelakaan tersebut.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Farid Saputra

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter