LONDON — Stasiun London Waterloo, salah satu stasiun kereta api tersibuk di Inggris, untuk pertama kalinya menurunkan anjing terlatih untuk berpatroli secara rutin. Langkah ini merupakan bagian dari program keamanan stasiun yang lebih luas dan disebut menjadi kali pertama bagi stasiun besar di Britania Raya yang secara rutin mengerahkan anjing dalam skema pengamanan terpadu.
London Waterloo dikenal sebagai salah satu stasiun tersibuk di Eropa, melayani ratusan ribu penumpang setiap hari dan menghubungkan ibu kota Inggris dengan kawasan barat daya negeri itu. Di stasiun sebesar ini, pengamanan menjadi perhatian serius operator, termasuk South Western Railway (SWR) yang mengelola stasiun tersebut.
Tiga ekor anjing dikerahkan dalam uji coba ini: Riley, cocker spaniel berusia 11 tahun; Buster, cocker spaniel berusia sembilan tahun; serta Flo, labrador berusia 10 tahun. Ketiganya telah menjalani pelatihan profesional untuk mendeteksi ancaman tersembunyi, memantau area yang luas, serta membantu menangkap tersangka.
Uji coba ini dimulai awal bulan ini. Manajer stasiun Dan Harrison mengatakan, kehadiran anjing-anjing tersebut diharapkan berfungsi sebagai pencegah visual sekaligus membantu menjaga lingkungan yang aman bagi staf dan penumpang. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut bukan merupakan respons terhadap meningkatnya ancaman keamanan tertentu.
Pencegah Visual dan Rasa Aman bagi Penumpang
Menurut Harrison, anjing-anjing itu diharapkan memberikan "pencegahan yang lebih terlihat" dan memberi "rasa tenang tambahan bagi pelanggan" yang berlalu lalang di stasiun. Ia juga menjelaskan, inisiatif ini sejalan dengan langkah lain yang telah dilakukan SWR untuk memperkuat keamanan di stasiun.
"Dengan cara yang sama, kami baru saja melengkapi seluruh rekan kerja dengan rompi visibilitas tinggi (hi-vis) yang baru agar lebih mudah dikenali oleh pelanggan di stasiun yang mungkin membutuhkan bantuan mereka," ujar Harrison.
Penempatan Terakhir Sebelum Pensiun
South Western Railway menambahkan, penugasan ini merupakan penempatan terakhir bagi ketiga anjing tersebut sebelum mereka memasuki masa pensiun. Dengan kata lain, kehadiran mereka di Waterloo menjadi babak pamungkas dari karier panjang mereka sebagai anjing kerja.
Selain patroli anjing, SWR dalam beberapa waktu terakhir juga menerapkan sejumlah langkah keamanan lain, antara lain:
- melengkapi petugas dengan kamera yang dikenakan di badan untuk menangani kasus kekerasan dan pelecehan terhadap staf;
- memutakhirkan sistem kamera pemantau (CCTV) di seluruh jaringan kereta; dan
- menempatkan petugas penjangkauan South Bank yang bertugas berinteraksi dengan anak muda rentan di sekitar London Waterloo.
Bagi pengguna jasa transportasi umum, kehadiran anjing patroli ini menjadi bagian dari upaya yang lebih besar untuk menciptakan stasiun yang aman dan nyaman. Berbagai stasiun di Inggris sebelumnya juga telah menerapkan pendekatan berbeda dalam pengamanan, mulai dari peningkatan penjagaan hingga pemutakhiran teknologi pemantauan.
Kabar ini menarik dicermati masyarakat Sulawesi Tenggara di tengah tumbuhnya kesadaran akan pentingnya keamanan di ruang publik. Di Kendari, misalnya, penumpang yang menunggu kapal di Pelabuhan Kendari maupun pengguna transportasi di Terminal Mandonga tentu berharap fasilitas umum turut memberi rasa aman, baik melalui petugas yang mudah dikenali maupun pengawasan yang lebih baik. Meski konteks dan skalanya berbeda jauh, pengalaman London Waterloo menunjukkan bahwa kehadiran petugas yang terlihat jelas — baik manusia maupun hewan terlatih — dapat menumbuhkan rasa aman bagi masyarakat pengguna transportasi umum. Pengalaman itu juga mengingatkan bahwa keamanan ruang publik tidak selalu harus berupa teknologi mahal, tetapi juga kehadiran dan keterlihatan petugas di lapangan.
Komentar (0)