24, 2026 ID
Sulawesi Barat

Tiga Anjing Terlatih Mulai Patroli di Stasiun London Waterloo

Stasiun kereta api London Waterloo, salah satu stasiun tersibuk di Inggris, untuk pertama kalinya menerjunkan anjing patroli sebagai bagian dari program keamanan yang lebih luas. Tiga anjing terlatih itu mulai bertugas pada awal bulan ini d

Stasiun kereta api London Waterloo, salah satu stasiun tersibuk di Inggris, untuk pertama kalinya menerjunkan anjing patroli sebagai bagian dari program keamanan yang lebih luas. Tiga anjing terlatih itu mulai bertugas pada awal bulan ini dalam sebuah uji coba, menandai kali pertama sebuah stasiun besar di Inggris secara rutin memanfaatkan hewan pelacak untuk mengamankan kawasan stasiun. Stasiun yang melayani ratusan ribu penumpang setiap harinya ini menjadi sorotan karena langkahnya dinilai inovatif di tengah upaya operator kereta memperkuat rasa aman publik.

Ketiganya adalah dua ekor cocker spaniel bernama Riley yang berusia 11 tahun dan Buster yang berusia sembilan tahun, serta Flo, seekor labrador berusia 10 tahun. Mereka menjalani pelatihan profesional untuk mendeteksi ancaman tersembunyi, mematroli area yang luas, serta menahan orang yang diduga melakukan tindak kejahatan.

Bukan Respons atas Ancaman Baru

Manajer stasiun Dan Harrison mengatakan kehadiran anjing-anjing itu diharapkan berfungsi sebagai pencegah secara visual sekaligus membantu menjaga lingkungan yang aman bagi staf dan pelanggan. Ia menegaskan langkah ini bukan respons terhadap meningkatnya ancaman keamanan di stasiun, melainkan bagian dari penguatan pelayanan yang sedang berjalan.

"Kami berharap kehadiran anjing-anjing ini memberikan efek jera yang lebih terlihat serta memberi pelanggan rasa tenang tambahan," ujar Harrison. "Dengan cara yang sama, kami baru saja melengkapi seluruh kolega dengan rompi visibilitas tinggi yang baru agar lebih mudah dikenali pelanggan di stasiun yang mungkin membutuhkan bantuan mereka."

South Western Railway (SWR), operator yang mengelola London Waterloo, menyebut stasiun ini sebagai stasiun besar pertama di Inggris yang secara rutin mengerahkan anjing dalam program keamanan menyeluruh. Langkah ini menjadi bagian dari serangkaian penguatan keamanan yang dilakukan perusahaan di jaringan kereta yang dikelolanya. Stasiun Waterloo sendiri dikenal sebagai salah satu titik transportasi tersibuk di ibu kota Inggris dan menjadi pintu gerbang utama bagi penumpang komuter dari kawasan barat daya London.

Deretan Langkah Keamanan Lain

Selain anjing patroli, SWR juga memperkuat keamanan dengan sejumlah langkah lain, antara lain:

  • Melengkapi petugas dengan kamera yang dikenakan di badan (body-worn camera) untuk menangani kasus penyerangan dan perlakuan kasar terhadap pekerja kereta;
  • Meningkatkan kualitas kamera pengawas (CCTV) di seluruh jaringan;
  • Menempatkan pekerja jangkauan (outreach worker) di kawasan South Bank untuk berinteraksi dengan kaum muda rentan di sekitar London Waterloo.

Misi Terakhir sebelum Pensiun

SWR menambahkan, penugasan ini menjadi penugasan terakhir bagi ketiga anjing tersebut sebelum mereka memasuki masa pensiun. Meski begitu, selama uji coba berlangsung, mereka tetap menjalankan peran penuh sebagai bagian dari tim keamanan stasiun. Ketiga anjing itu membantu petugas manusia mengawasi area stasiun yang luas dan ramai demi kenyamanan penumpang.

Pelajaran bagi Sulawesi Barat

Bagi warga Sulawesi Barat, kabar ini bisa menjadi bahan pembelajaran dalam tata kelola keamanan ruang publik. Kawasan padat aktivitas seperti Pelabuhan Belang-Belang di Mamuju, terminal penumpang antarkota, hingga pusat keramaian di sejumlah kabupaten selama ini lebih mengandalkan petugas keamanan, pos pengamanan, dan kamera pengawas. Gagasan memperkuat identitas visual petugas, misalnya rompi yang mudah dikenali seperti yang dilakukan SWR, atau memaksimalkan peran hewan pelacak dan pencegah di lokasi strategis, dapat dipertimbangkan untuk menekan potensi gangguan keamanan sekaligus meningkatkan rasa aman masyarakat.

Terlepas dari berbagai pertimbangan teknis dan biaya, langkah London Waterloo menunjukkan bahwa pengamanan stasiun dan ruang publik tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kehadiran personel dan elemen yang terlihat langsung oleh masyarakat. Perpaduan semacam itu dinilai efektif membangun rasa aman, baik bagi penumpang maupun pekerja transportasi.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS admin

Komentar (0)

User

Paling Dibaca

24 jam

Newsletter

Tag