19, 2026
Nasional

TNI-Polri Terus Kejar Pelaku Penembakan Sopir di Habema Papua

Intan Kusuma
Intan Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

TNI-Polri Terus Kejar Pelaku Penembakan Sopir di Habema Papua

Tim gabungan TNI-Polri masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan sopir truk di kawasan Habema, Kabupaten Jayawijaya, Papua. Peristiwa tragis ini menewaskan seorang sopir truk bernama Yulius Tabuni yang sedang dalam perjalanan mengangkut barang ke distrik Wamena.

Kasat Reskrim Polresta Jayawijaya, Kompol Sudarmono mengatakan bahwa penembakan terjadi pada Selasa (15/11) sekitar pukul 14.00 WIT. Korban yang merupakan sopir truk bernopol B 1230 XY sedang melintasi jalur trans Habema menuju Wamena. Tiba-tiba, sekelompok orang bersenjata api menghambat perjalanan truk dan menembaki korban.

"Korban mengalami l tembak di bagian dada dan perut. Sopir truk tersebut sempat dibawa ke puskesmas terdekat namun nyawanya tidak terselamatkan," jelas Kompol Sudarmono saat dikonfirmasi, Rabu (16/11).

Kronologi Peristiwa Penembakan

Berdasarkan keterangan saksi mata, korban sedang mengendarai truk tronton yang membawa barang-barang kebutuhan pokok menuju Wamena. Saat melintasi kawasan trans Habema yang dikenal rawan, sekelompok orang tak dikenal berjumlah sekitar lima orang menghampiri truk dengan membawa senjata api laras panjang.

Mereka kemudian meminta sopir untuk berhenti. Namun, tanpa memberi kesempatan untuk diinterogasi, pelaku langsung melepaskan tembakan ke arah sopir. Beberapa tembakan mengenai korban di bagian tubuh atas. Sopir truk yang tidak membawa senjata pun tewas di tempat.

Setelah menembak korban, pelaku melarikan dira ke arah dalam hutan yang masih sangat lebat di sekitar jalur trans. Warga sekitar yang mendengar tembakan segera melapor ke aparat keamanan setempat.

Respons TNI-Polri

Setelah menerima laporan, aparat gabungan TNI-Polri segera melakukan pengejaran terhadap pelaku. Kepala Staf Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI I Made Arya Sugiartha, membenarkan bahwa operasi pengejaran masih terus berlangsung.

Mayjen I Made menambahkan bahwa pihaknya masih melakukan pendekatan humanis dalam penanganan kasus ini. Namun, jika pelaku memberikan perlawanan, aparat tidak akan segan untuk bertindak tegas.

"Kami meminta pelaku menyerahkan diri dan tidak melarikan diri lebih jauh. Semakin lama mereka bersembunyi, semakin besar resiko yang akan mereka hadapi," tegasnya.

Respon Masyarakat Pemerintah

Peristiwa penembakan ini kembali menunjukkan ketegangan di wilayah Papua. Bupati Jayawijaya, John Wempi Wetipo, menyatakan kecaman atas peristiwa ini dan meminta aparat untuk segera menyelesaikan kasus ini.

Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, juga turut menyayangkan peristiwa ini. Ia berharap agar kasus ini tidak dieksploitasi untuk memperkeruh situasi di Papua.

Tinjauan Keamanan di Wilayah Papua

Wilayah Papua, terutama di jalur trans yang menghubungkan Kabupaten Jayawijaya dengan Wamena, dikenal sebagai daerah rawan keamanan. Beberapa insiden serupa pernah terjadi di sepanjang jalur ini, yang menjadi akses utang bagi mobilitas barang dan manusia di wilayah tersebut.

Pemerintah daerah bersama TNI-Polri berupaya meningkatkan keamanan di jalur trans ini dengan menambah pos keamanan dan patroli rutin. Namun, tantangan keamanan tetap menjadi perhatian serius bagi pemerintah pusat dan daerah.

Kasus penembakan sopir truk di Habema ini menjadi sorotan karena terjadi di tengah upaya pemerintah untuk meningkatkan pembangunan dan stabilitas di Papua. Pemerintah berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali agar pembangunan di wilayah tersebut dapat berjalan lancar.

Saat ini, korban telah dimakamkan di pemakaman umum di Wamena. Keluarga korban masih berduka cita atas kepergian Yulius Tabuni yang menjadi tulang punggung keluarganya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter