19, 2026
Nasional

Polisi Kejar Remaja Konvoi Bawa Celurit di Flyover Kalibata

Anisa Permata
Anisa Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Polisi Kejar Remaja Konvoi Bawa Celurit di Flyover Kalibata

Dalam sebuah insiden yang menghebohkan, sekelompok remaja menjadi buruan polisi usai melaksanakan aksi konvoi membawa celurit di atas flyover Kalibata, Jakarta Selatan. Aksi ini dilakukan pada Sabtu (22/7) malam dan langsung menarik perhatian warga sekitar serta petugas keamanan yang sedang bertugas di lokasi.

Kepala Polsek Metro Pancoran, Kompol Ade Iskandar, mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 21.30 WIB. Warga melihat sekelompok remaja yang sedang melakukan konvoi dengan menggunakan sepeda motor. Yang membuat kaget, para remaja tersebut membawa celurit atau golok yang terpasang di bagian samping sepeda motor mereka.

"Kami mendapat laporan dari warga bahwa ada sekelompok remaja sedang melakukan konvoi membawa celurit di atas flyover Kalibata. Langsung kami turunkan personel untuk mengejar," ujar Kompol Ade Iskandar saat dihubungi, Minggu (23/7).

Aksi Konvoi yang Mengganggu

Menurut keterangan saksi mata, konvoi yang dilakukan para remaja tersebut terdiri dari sekitar 20 sepeda motor. Mereka melaju dengan kecepatan tinggi sambil membawa celurit yang ditancapkan di samping sepeda motor. Beberapa di antaranya bahkan melakukan aksi berbahaya dengan melakukan wheelie dan zig-zag di jalanan.

"Aksi mereka sangat mengganggu. Flyover Kalibata merupakan jalur yang sangat padat, terutama di malam hari. Apalagi mereka membenda celurit, ini sangat membahayakan bagi pengendara lain," kata salah satu saksi mata, Ahmad (35).

Petugas keamanan yang sedang bertugas di lokasi segera memberi sinyal dan meminta para remaja untuk berhenti. Namun, para remaja tersebut malah mempercepat kecepatan dan mencoba melarikan diri. Ini memicu pengejaran antara petugas dengan para remaja.

Pengejaran dan Penangkapan

Pengejaran pun terjadi di sepanjang flyover Kalibata menuju arah Jl. Rasuna Said. Para remaja yang panik mencoba kabur dengan berbagai manuver berbahaya. Beberapa di antaranya berhasil ditangkap, namun beberapa lainnya berhasil meloloskan diri.

"Dari sekitar 20 orang yang terlibat, kami berhasil mengamankan 7 orang remaja. Mereka masih dalam usia remaja, berkisar 16-17 tahun. Kami juga menyita 7 buah celurit yang mereka bawa," jelas Kompol Ade.

Saat diinterogasi, para remaja mengaku sedang melakukan "aksi" atau demonstrasi keanggotaan mereka dalam sebuah geng motor. Mereka menganggap membawa celurit sebagai bagian dari identitas geng mereka.

"Mereka mengaku sedang melakukan aksi untuk menunjukkan keanggotaan mereka dalam geng motor. Celurit itu menurut mereka merupakan simbol dari geng mereka," ujar Kompol Ade.

Reaksi Pihak Kepolisian

Insiden ini membuat pihak kepolisian Priangan Jakarta Selatan memberikan perhatian serius. Kepala Polres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Hengky Panjaitan, mengatakan bahwa tindakan para remaja tersebut sangat berbahaya dan tidak bisa ditoleransi.

"Kami akan menindak tegas para remaja ini. Tindakan mereka tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga mengancam keselamatan pengendara lain. Kepolisian tidak akan mengizinkan adanya aksi-aksi anarkis seperti ini di jalan raya," tegas Kombes Pol Hengky.

Para remaja yang diamankan akan diperiksa lebih lanjut untuk mengungkap apakah ada keterlibatan pihak lain dalam aksi ini. Selain itu, pihak kepolisian juga akan menyelidiki latar belakang geng motor yang mereka ikuti.

Upaya Pencegahan

Untuk mencegah terulanginya insiden serupa, Polsek Metro Pancoran akan meningkatkan patroli di sekitar wilayahnya, terutama di area flyover dan jalan protokol yang rawan aksi geng motor.

"Kami akan meningkatkan patroli dan razia terhadap pengendara sepeda motor yang melakukan aksi berbahaya. Kami juga akan bekerjasama dengan pihak sekolah dan orang tua untuk memberikan edukasi tentang pentingnya mengikuti aturan lalu lintas," tambah Kompol Ade.

Insiden ini kembali menyoroti masalah geng motor di ibu kota yang sering kali melibatkan remaja. Pihak kepolisian berharap dapat bekerjasama dengan berbagai pihak untuk memberikan arahan dan edukasi kepada generasi muda agar tidak terjerumus dalam aksi-aksi yang membahayakan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Anisa Permata

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter