19, 2026
Teknologi

Prabowo Tegaskan Kemandirian Pangan dan Energi sebagai Kekuatan Bangsa

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/19/6aae37f5d16c2-presiden-ri-prabowo-subianto-di-pondok-pesantren-modern-gontor_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Teguh Setiawan
Teguh Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Prabowo Tegaskan Kemandirian Pangan dan Energi sebagai Kekuatan Bangsa

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa kemandirian pangan dan energi merupakan pilar utama kekuatan bangsa. Dalam berbagai kesempatan, Presiden menyoroti pentingnya Indonesia mengandalkan sumber daya alam sendiri untuk membangun ketahanan nasional yang kokoh.

Dalam pidato terbarunya, Presiden Prabowo menyatakan bahwa kemandirian pangan dan energi bukan sekadar kebutuhan ekonomi, melainkan merupakan isu keamanan nasional yang fundamental. "Kita harus mampu memenuhi kebutuhan pangan dan energi sendiri. Ini adalah dasar dari kedaulitan dan keberdayaan bangsa," ujar Presiden dalam sebuah acara di Istana Negara.

Strategi Kemandirian Pangan

Dalam bidang pangan, pemerintah telah merumuskan serangkaian kebijakan untuk memastikan ketahanan pangan nasional. Salah satu langkah utama adalah peningkatan produksi pangan lokal melalui program modernisasi pertanian. Presiden menekankan pentingnya teknologi pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas tanaman pangan pokok seperti padi, jagung, dan kedelai.

"Kita tidak bisa bergantung pada impor untuk kebutuhan pokok. Itu berisiko bagi keamanan nasional. Oleh karena itu, kita harus memaksimalkan potensi pertanian kita," tambah Presiden. Pemerintah juga fokus pada peningkatan infrastruktur pertanian, termasuk irigasi, penyediaan benar unggul, dan akses pasar bagi para petani.

Program percepatan self-sufficiency pangan (SSP) telah dicanangkan untuk mencapai ketahanan pangan dalam waktu lima tahun. Program ini meliputi peningkatan produktivitas lahan, diversifikasi pangan, dan peningkatan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar global.

Upaya Kemandirian Energi

Dibidang energi, pemerintah menargetkan kemandirian energi melalui pengembangan sumber energi baru dan terbarukan (EBT). Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar, mulai dari matahari, angin, hingga energi geothermal.

"Kita harus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak impor. Energi adalah darah bagi perekonomian modern. Tanpa kepastian pasokan energi, kita tidak bisa membangun industri yang kompetitif," jelas Presiden.

Salah satu langkah strategis adalah percepatan pengembangan energi terbarukan dengan target mencapai 23% konsumsi energi terbarukan pada tahun 2025. Pemerintah juga mendorong pengembangan energi nuklir untuk mendukung kebutuhan listrik jangka panjang.

Di samping itu, pemerintah juga berfokus pada program konservasi energi dan peningkatan efisiensi energi di berbagai sektor. Melalui kebijakan ini, diharapkan konsumsi energi dapat dioptimalkan sambil tetap menjaga keberlanjutan lingkungan.

Implementasi di Tingkat Daerah

Untuk memastikan implementasi kebijakan kemandirian pangan dan energi berjalan efektif, pemerintah memberikan otonomi lebih kepada daerah. Setiap provinsi dan kabupaten diminta merencanakan program sesuai dengan potensi lokal.

"Setiap daerah memiliki karakteristik unik. Ada daerah yang potensial untuk pertanian, ada juga yang kaya sumber energi terbarukan. Kita harus memaksimalkan potensi masing-masing daerah," kata Presiden.

Pemerintah juga memfasilitasi kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, serta sektor swasta dalam mewujudkan visi kemandirian pangan dan energi. Dengan pendekatan ini, diharapkan program dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Tantangan dan Masa Depan

Meski memiliki target yang ambisius, pemerintak mengakui masih ada tantangan dalam mewujudkan kemandirian pangan dan energi. Beberapa di antaranya meliputi perubahan iklim, keterbatasan sumber daya, serta fluk harga komoditas global.

"Tantangan ada di mana-mana, tetapi kita tidak boleh menyerah. Kita harus terus berinovasi dan bekerja keras. Kemandirian pangan dan energi adalah investasi untuk masa depan bangsa," pungkas Presiden Prabowo.

Dengan komitmen kuat dari pemerintah dan dukungan seluruh elemen bangsa, diharapkan Indonesia mampu mencapai kemandirian pangan dan energi dalam waktu dekat. Ini akan menjadi fondasi kokoh untuk membangun Indonesia yang kuat, mandiri, dan berdaya saing global.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Teguh Setiawan

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter