24, 2026 ID
Sulawesi Selatan

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Maros, Pilot Selamat, Penyebab Diselidiki

Investigasi Penyebab Sukhoi TNI AU Tergelincir di MarosPesawat tempur Sukhoi Su-27 milik TNI Angkatan Udara (TNI AU) tergelincir keluar landasan pacu saat mendarat di Lanud Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (15/6/

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Maros, Pilot Selamat, Penyebab Diselidiki

Investigasi Penyebab Sukhoi TNI AU Tergelincir di Maros

Pesawat tempur Sukhoi Su-27 milik TNI Angkatan Udara (TNI AU) tergelincir keluar landasan pacu saat mendarat di Lanud Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (15/6/2025) pagi. Insiden itu sempat mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, yang berbagi landasan pacu dengan pangkalan udara tersebut.

Berdasarkan keterangan resmi TNI AU, pesawat tergelincir sekitar pukul 10.00 WITA saat proses pendaratan. Jet tempur itu keluar dari sisi kanan landasan dan berhenti di area rumput di samping runway. Pilot dilaporkan selamat tanpa luka berarti, serta tidak ada korban jiwa maupun warga sekitar pangkalan yang tertimpa musibah.

Penyebab pasti insiden masih diselidiki tim investigasi TNI AU. Dugaan awal yang berkembang, pesawat mengalami gangguan pada roda pendaratan utama yang diduga meletus saat menyentuh landasan sehingga laju pesawat sulit dikendalikan dan keluar dari runway. Tim teknis telah diterjunkan untuk memeriksa menyeluruh kondisi pesawat, termasuk sistem hidraulik dan rem, sebelum hasil resmi diumumkan.

Sukhoi Su-27 merupakan salah satu jet tempur andalan yang dioperasikan Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin. Pesawat jenis ini rutin digunakan untuk pengamanan wilayah udara timur Indonesia dan menjadi tulang punggung kekuatan pertahanan udara TNI AU di kawasan tersebut.

Insiden ini menjadi perhatian besar masyarakat Sulawesi Selatan, terutama penumpang yang kerap terbang dari dan menuju Makassar. Lanud Sultan Hasanuddin dan bandara sipil menggunakan runway yang sama, sehingga gangguan operasional di sisi militer berpotensi berdampak langsung pada jadwal penerbangan komersial. Sejumlah penerbangan sempat mengalami keterlambatan pada hari kejadian sebelum landasan kembali dinyatakan aman dan normal digunakan.

Komandan Lanud Sultan Hasanuddin memastikan operasional pangkalan tetap berjalan normal pascainsiden. Pesawat yang tergelincir telah dievakuasi dari area landasan, dan TNI AU menegaskan komitmen untuk mengusut tuntas kejadian ini demi menjaga standar keselamatan penerbangan, baik militer maupun sipil.

Bagi warga Sulawesi Selatan, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan penerbangan di kawasan timur Indonesia. Bandara Sultan Hasanuddin merupakan salah satu gerbang udara tersibuk di kawasan tersebut dengan lalu lintas penumpang yang terus meningkat setiap tahun. Publik pun menanti hasil investigasi resmi agar insiden serupa tidak terulang dan menjadi pelajaran bagi perbaikan prosedur penerbangan ke depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS admin

Komentar (0)

User

Paling Dibaca

24 jam

Newsletter

Tag