MAKASSAR — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,5 kembali mengguncang wilayah Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Getaran dilaporkan dirasakan warga di sejumlah kecamatan, menambah deretan aktivitas seismik yang belakangan kerap terjadi di kawasan timur provinsi ini.
Belum Ada Laporan Korban Jiwa
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di daratan dengan kedalaman dangkal sehingga getarannya terasa cukup jelas oleh masyarakat. Gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Getaran dirasakan dengan intensitas II hingga III MMI di sejumlah wilayah, ditandai guncangan ringan serta benda-benda ringan yang menggantung bergoyang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan bangunan yang signifikan akibat gempa tersebut. Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih melakukan pemantauan dan pendataan di lapangan untuk memastikan kondisi warga, khususnya di kecamatan yang berada dekat pusat gempa.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat Sulawesi Selatan bahwa wilayah bagian timur, termasuk Luwu Timur dan sekitarnya, berada pada kawasan yang aktif secara seismik. BMKG mencatat beberapa kali gempa dengan kekuatan bervariasi mengguncang daerah tersebut dalam beberapa pekan terakhir, meskipun sebagian besar tidak menimbulkan kerusakan berarti. Kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra, terutama bagi warga yang tinggal di lereng bukit dan kawasan dengan struktur tanah gembur, karena guncangan dapat memicu pergerakan tanah.
Menyikapi kondisi itu, BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga diminta memastikan kebenaran informasi hanya dari sumber resmi, seperti BMKG, serta tidak terpancing isu yang beredar di media sosial.
Di tingkat provinsi, fenomena ini sekaligus menjadi uji kesiapsiagaan kebencanaan Sulawesi Selatan. BPBD Provinsi Sulawesi Selatan terus berkoordinasi dengan kabupaten/kota di wilayah timur guna memastikan jalur evakuasi dan posko darurat siap digunakan setiap saat. Warga diimbau mengenali lingkungan sekitar, termasuk titik rawan longsor dan bangunan tua yang berpotensi roboh saat terjadi guncangan.
BMKG juga mengingatkan warga yang berada di dalam bangunan untuk segera keluar dan menjauhi bangunan yang berpotensi retak atau rusak ketika terjadi guncangan. Masyarakat diminta memeriksa kondisi instalasi listrik dan gas, menyiapkan langkah evakuasi, serta menentukan titik aman apabila gempa susulan kembali terjadi. Bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan, diimbau segera melapor kepada pemerintah setempat agar dapat ditindaklanjuti.
Komentar (0)