Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4,3 mengguncang wilayah Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Getaran dilaporkan terasa hingga Kecamatan Malili dan Kecamatan Towuti, dua wilayah yang menjadi pusat aktivitas warga di kabupaten tersebut.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episenter gempa berada di wilayah daratan Kabupaten Luwu Timur. Berdasarkan parameter sementara, pusat gempa berada pada jarak yang tidak jauh dari permukiman warga, sehingga getarannya terasa cukup jelas di sejumlah kecamatan.
Luwu Timur merupakan kabupaten di kawasan timur Sulawesi Selatan yang berada di zona seismik aktif. Wilayah ini kerap merasakan guncangan gempa tektonik akibat aktivitas sesar aktif yang melintasi daratan Sulawesi, sehingga masyarakat setempat sudah terbiasa dengan aktivitas kegempaan.
Intensitas getaran diperkirakan mencapai skala II hingga III pada Modified Mercalli Intensity (MMI) di wilayah Malili dan Towuti. Pada skala tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seakan-akan ada truk besar yang sedang melintas di dekat bangunan. Beberapa warga sempat keluar rumah untuk memastikan kondisi bangunan tempat tinggal mereka.
Gempa yang terjadi pada pagi hari itu berlangsung singkat, hanya beberapa detik, dan tidak menimbulkan kepanikan yang berarti di lokasi kejadian. Aktivitas masyarakat di Malili dan Towuti dilaporkan berjalan seperti biasa setelah getaran berhenti.
BMKG memastikan gempa berkekuatan M 4,3 tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Petugas di lapangan masih melakukan pemantauan terhadap kondisi wilayah terdampak.
Warga Diminta Tetap Tenang dan Waspada Gempa Susulan
BMKG mengimbau masyarakat di Kabupaten Luwu Timur dan sekitarnya untuk tetap tenang serta tidak terpancing oleh isu atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat diminta memastikan kebenaran informasi hanya melalui kanal resmi BMKG.
Selain itu, warga diimbau untuk mewaspadai kemungkinan gempa susulan yang masih dapat terjadi. Sebelum kembali ke dalam rumah, warga diminta memeriksa kondisi bangunan dan memastikan tidak ada retakan atau kerusakan yang membahayakan. Bagi warga yang berada di dalam bangunan saat terjadi gempa, disarankan untuk berlindung di bawah meja atau di titik aman lainnya, serta menghindari area yang rawan longsor di wilayah perbukitan.
Masyarakat juga diingatkan agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa sumber yang jelas. Seluruh informasi resmi mengenai aktivitas gempa bumi dapat diakses melalui aplikasi dan kanal informasi BMKG yang tersedia secara gratis.
Komentar (0)