Suahasil Minta Pelaku Pasar Modal Tak Perlu Khawatir, Pergantian Menkeu Bukan Perubahan
Menteri Keuangan (Menkeu) baru, Suahasil Nazara, meminta para pelaku pasar modal tidak perlu khawatir mengenai perubahan kepemimpinannya di Kementerian Keuangan. Menurutnya, pergantian menteri keuangan bukanlah perubahan, melainkan kontinuitas dalam pelaksanaan kebijakan ekonomi dan fiskal yang telah berjalan.
Dalam sambutannya setelah dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati, Suahasil menegaskan bahwa semua program kebijakan fiskal yang telah direncanakan dan sedang berjalan akan tetap berlanjut. Ia menjamin tidak akan ada perubahan signifikan dalam arah kebijakan ekonomi yang telah dijalankan pemerintah.
Kontinuitas Kebijakan Fiskal
"Pergantian menteri keuangan ini bukanlah perubahan, melainkan kontinuitas. Semua program yang telah berjalan, baik yang berkaitan dengan fiskal moneter, ekonomi digital, maupun transformasi digital, akan tetap kita jalankan," ujar Suahasil dalam konferensi pers seusai pelantikan, Kamis (14/9/2023).
Menurutnya, stabilitas ekonomi dan kepastian kebijakan merupakan hal yang sangat penting bagi dunia usaha dan pasar modal. Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk memastikan tidak ada kekosongan dalam pengambilan keputusan kebijakan fiskal selama masa transisi kepemimpinan di Kementerian Keuangan.
Sebelumnya, pasar modal sempat mengalami penurunan indeks saham setelah rumor pergantian menteri keuangan mulai beredar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok lebih dari 1% pada sesi pertama perdagangan sebelum berbalik menguat di sesi penutupan.
Reaksi Pasar Modal
Dampak pergantian menteri keuangan memang cukup signifikan bagi pasar modal. Sebagai menteri keuangan yang menjabat selama dua periode, Sri Mulyani Indrawati dikenal sebagai figur yang memberikan kepastian dan stabilitas bagi pelaku pasar. Kepemimpinannya dianggap berhasil membangun kepercayaan internasional terhadap ekonomi Indonesia.
Berdasarkan pantauan Viva, pada perdagangan saham Kamis (14/9/2023), indeks saham sempat terkoreksi namun berbalik positif di akhir sesi. Hal ini menunjukkan bahwa pasar masih memiliki kepercayaan terhadap kontinuitas kebijakan yang akan dijalankan oleh menteri keuangan baru.
Analis pasar dari sekuritas ABC, Budi Santoso, mengatakan bahwa reaksi awal pasar terhadap pergantian menteri keuangan wajar terjadi. Namun, setelah mendengar komitmen Suahasil untuk melanjutkan kebijakan yang telah berjalan, pasar bereaksi positif.
"Pasar membutuhkan kepastian. Kalau menteri baru bisa memberikan kepastian bahwa kebijakan tidak akan berubah drastis, maka pasar akan tenang. Itu yang terlihat hari ini," ujar Budi.
Program Prioritas Tetap Berjalan
Menurut Suahasil, beberapa program prioritas di Kementerian Keuangan tetap akan dikoordinasikan dengan baik. Program-program tersebut meliputi reformasi perpajakan, pengembangan ekonomi digital, serta peningkatan investasi infrastruktur.
"Kami akan pastikan semua program yang telah direncanakan berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Tidak ada program yang akan kita hentikan atau ubah arahnya secara drastis," jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) dan lembaga terkait lainnya akan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas ekonomi makro. Stabilitas ekonomi makro dinilai sangat penting untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi.
Target Anggaran Tetap Dipertahankan
Dalam hal anggaran, Suahasil menegaskan bahwa target-target fiskal yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 tetap akan dipertahankan. Ia menyatakan komitmennya untuk menjalankan anggaran secara efisien dan akuntabel.
"Target-defisit anggaran, rasio utang, dan semua indikator fiskal lainnya akan kita pertahankan sesuai dengan yang telah direncanakan. Kami akan pastikan anggaran digunakan secara maksimal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi," ujarnya.
Target defisit APBN 2023 tetap ditetapkan pada 2,85-3% dari Produk Domestik Bruto (PDB), dengan target utang sebesar 60% dari PDB. Kementerian Keuangan juga akan terus memastikan penerimaan pajak mencapai target yang telah ditetapkan.
Dengan adanya komitmen kontinuitas kebijakan dari Menkeu baru, diharapkan pelaku pasar modal dapat kembali tenang dan fokus pada aktivitas investasi. Pasar modal dinilai masih memiliki potensi yang besar untuk memberikan kontribusi signifikan dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Komentar (0)