17, 2026
Politik

Sugiono Bawa "Oleh-Oleh" India, Sebut Pentingnya RI Hadir di BRICS

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menekankan pentingnya kehadiran Indonesia di KTT BRICS untuk memperkuat kerja sama multilateral menghadapi ketidakpastian global.]]>

Farid Saputra
Farid Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Sugiono Bawa "Oleh-Oleh" India, Sebut Pentingnya RI Hadir di BRICS

Sugiono Bawa "Oleh-Oleh" India, Sebut Pentingnya RI Hadir di BRICS

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Mahfud MD, yang diwakili oleh Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, melakukan kunjungan kerja ke India dalam rangka persiapan keanggotaan Indonesia di BRICS. Kunjungan ini membawa beragam "oleh-oleh" berupa proposal kerja sama yang dianggap penting untuk membangun hubungan ekonomi dan politik antara Indonesia dan India.

Dalam konferensi pers di New Delhi, Suharso Monoarfa menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan langkah strategis Indonesia dalam mempersiapkan diri menjadi anggota penuh BRICS. "Kita membawa beberapa proposal kerja sama di berbagai sektor, mulai dari teknologi, energi hingga pertanian. Ini adalah langkah konkret Indonesia untuk membangun hubungan yang lebih erat dengan India sebagai salah satu anggota kunci BRICS," ujar Suharso.

Proposal Kerja Sama Sektor Teknologi dan Digital

Salah satu proposal utama yang dibawa Indonesia adalah kerja sama di sektor teknologi dan digital. Indonesia menawarkan kolaborasi dalam pengembangan infrastruktur digital, pertukaran ilmu pengetahuan, dan pelatihan sumber daya manusia di bidang teknologi. "India memiliki keunggulan dalam sektor teknologi informasi dan startup, sementara Indonesia memiliki pasar digital yang besar dan dinamis. Kerja sama ini akan saling menguntungkan kedua negara," tambah Suharso.

Proposal ini direspons positif oleh pihak India. Menteri Teknologi Informasi India, Ashwini Vaishnaw, menyatakan minat India untuk memperdalam kerja sama dengan Indonesia di sektor digital. "Kita melihat Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan Asia Tenggara. Kolaborasi di sektor teknologi akan membuka peluang baru bagi kedua negara untuk bersama-sama mengembangkan inovasi dan menciptakan lapuran kerja," ujar Vaishnaw.

Kerja Sama di Sektor Energi Terbarukan

Selain teknologi, Indonesia juga menawarkan proposal kerja sama di sektor energi terbarukan. Dengan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia ingin berbagi pengalaman dalam pengembangan energi surya, angin, dan geothermal dengan India. "India memiliki kebutuhan energi yang besar sedangkan Indonesia memiliki pengalaman dalam pengembangan energi terbarukan. Kita percaya kolaborasi ini akan membantu kedua negara mencapai target net zero emission," jelas Suharso.

Kepala Badan Energi India, Alok Kumar, menyambut baik proposal ini. Menurutnya, India sedang fokus dalam diversifikasi sumber energi dan energi terbarukan menjadi salah satu pilar utama. "Kita terbuka untuk berkolaborasi dengan Indonesia dalam berbagai proyek energi terbarukan. Pengalaman Indonesia dalam pengembangan energi geothermal sangat berharga bagi India," kata Kumar.

Pertanian dan Pangan sebagai Prioritas

Sektor pertanian dan pangan juga menjadi fokus utama dalam kunjungan ini. Indonesia menawarkan kerja sama dalam pengembangan teknologi pertanian modern, pengelolaan sumber daya air, dan peningkatan ketahanan pangan. "India dan Indonesia adalah dua negara agraris dengan populasi besar. Kerja sama di sektor pertanian sangat penting untuk memastikan ketahanan pangan di kedua negara," ujar Suharso.

Menteri Pertanian India, Narendra Singh Tomar, menyatakan kesediaan India untuk berkolaborasi dengan Indonesia. "Kita bisa saling belajar dari pengalaman masing-masing. India memiliki keunggulan dalam produksi susu sementara Indonesia unggul dalam komoditas seperti kelapa sawit dan karet. Kolaborasi ini akan membuka peluang baru bagi petani di kedua negara," jelas Tomar.

Pentingnya Kehadiran Indonesia di BRICS

Menurut Suharso, kehadiran Indonesia di BRICS sangat penting untuk meningkatkan posisi geopolitik Indonesia di dunia. "BRICS adalah forum penting untuk negara-negara berkembang. Dengan bergabung di BRICS, Indonesia akan memiliki lebih banyak ruang untuk menyampaikan aspirasi dan kepentingan negara," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keanggotaan Indonesia di BRICS juga akan membuka peluang ekonomi yang lebih besar. "Dengan populasi yang besar dan ekonomi yang dinamis, Indonesia menarik bagi negara-negara anggota BRICS. Kita optimis keanggotaan ini akan membawa manfaat ekonomi yang signifikan bagi rakyat Indonesia," kata Suharso.

Kunjungan ke India ini merupakan bagian dari serangkaian persiapan Indonesia sebelum secara resmi bergabung dengan BRICS. Indonesia telah menerima undangan untuk bergabung dengan blok ekonomi ini dan sedang menyiapkan berbagai proposal kerja sama dengan anggota BRICS lainnya.

Dengan membawa proposal konkret di berbagai sektor, Indonesia menunjukkan komitmen serius untuk berkontribusi aktif di BRICS. Keanggotaan ini diharapkan akan membawa keuntungan bagi Indonesia baik dalam meningkatkan posisi geopolitik maupun memperluas kerja sama ekonomi dengan negara-negara anggota BRICS.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Farid Saputra

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter