17, 2026
Teknologi

Prabowo Minta Suara Global South di BRICS Didengar: Kita Harus Lampaui 2030

Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya suara negara-negara selatan global di KTT BRICS 2026 untuk membentuk masa depan dan mencapai agenda 2030.]]>

Reza Setiawan
Reza Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Prabowo Minta Suara Global South di BRICS Didengar: Kita Harus Lampaui 2030

Prabowo Minta Suara Global South di BRICS Didengar: Kita Harus Lampaui 2030

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya suara negara-negara Global South didengar dalam kerja sama BRICS. Dalam pidato pembukaan Konferensi Tingkat Tingi (KTT) BRICS ke-16, Presiden menekankan perlunya gerakan global untuk mengatasi tantangan bersama tidak hanya berfokus pada target 2030, tetapi juga mempertimbangkan jangka panjang yang lebih luas.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan visi Indonesia sebagai pemimpin di kawasan Asia Tenggara dan negara berkembang dalam forum multilateral yang semakin berpengaruh ini. Ia menyoroti bahwa tantangan global seperti perubahan iklim, ketimpangan ekonomi, dan ketidakstabilan politik memerlukan solusi kolektif yang inklusif.

"Kita tidak bisa hanya fokus pada tahun 2030. Kita harus melihat ke depan dengan visi yang lebih jauh," ujar Presiden Prabowo, seperti yang dikutip dari siaran pers Sekretariat Negara, Kamis (22/8/2024). Ia menambahkan bahwa negara-negara berkembang sering kali menjadi korban dari keputusan yang diambil oleh negara-negara maju, sehingga diperlukan representasi yang seimbang dalam forum global seperti BRICS.

Peran Indonesia dalam BRICS

Indonesia, sebagai salah satu negara dengan ekonomi terbesar di dunia dan pemimpin di kawasan Asia Tenggara, memainkan peranan penting dalam dinamika BRICS. Presiden Prabowo menyoroti keunggulan geografis dan demografis Indonesia sebagai jembatan antara negara-negara maju dan berkembang.

Dalam pidatonya, Presiden mengajak negara-negara BRICS untuk memperkuat kerja sama dalam berbagai bidang, termasuk teknologi, ekonomi digital, dan ketahanan pangan. Ia menekankan bahwa inovasi dan transfer teknologi harus menjadi pilar utama dalam hubungan antar negara anggota BRICS.

"Kita harus memastikan bahwa keuntungan dari kemajuan teknologi dirasakan oleh semua negara, bukan hanya oleh beberapa negara maju," tegas Presiden. Ia menambahkan bahwa Indonesia siap menjadi pusat inovasi untuk negara-negara berkembang dalam berbagai sektor.

Tantangan Global dan Solusi Kolektif

Presiden Prabowo menyoroti beberapa tantangan global yang memerlukan perhatian khusus dari forum BRICS. Perubahan iklim menjadi salah satu isu utama yang dibahas, dengan penekanan pada perlunya mekanisme pembiayaan yang adil bagi negara-negara berkembang.

Selain itu, Presiden juga membahas isu ketimpangan ekonomi yang semakin memburuk di era globalisasi. Ia menekankan perlunya reformasi sistem keuangan global yang lebih inklusif dan adil bagi negara-negara berkembang.

Visi Jangka Panjang BRICS

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo mengusulkan visi jangka panjang untuk BRICS yang tidak hanya berfokus pada target-target kuartal atau tahunan, tetapi menciptakan fondasi untuk pembangunan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Ia menambahkan bahwa BRICS memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin dalam membentuk agenda global baru yang lebih adil dan berkeadilan. Dengan dukungan dari anggota-anggotanya, forum ini dapat menjadi wadah efektif untuk menyuarakan kepentingan negara-negara Global South.

Pada akhir pidatonya, Presiden Prabowo mengajak seluruh negara anggota BRICS untuk memperkuat komitmen dalam mewujudkan visi kolektif ini. Ia menegaskan bahwa Indonesia siap berkontribusi maksimal dalam upaya-upaya ini demi kepentingan bersama kemanusiaan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Reza Setiawan

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter