Polisi: Pelampung dan Helm Bukan Milik Jurnalis yang Hilang di Laut
Polisi mengklarifikasi bahwa pelampung dan helm yang ditemukan tim SAR (Search and Rescue) di perairan tidak teridentifikasi sebagai milik dari lima jurnalis yang dilaporkan hilang. Kepala Polres setempat, AKBP Budi Santoso, menyatakan bahwa barang-barang tersebut telah diperiksa tim forensik dan hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada keterkaitan dengan rombongan jurnalis yang tengah meliput di wilayah tersebut.
"Hasil pemeriksaan tim forensik kami menyatakan bahwa pelampung dan helm tersebut bukan milik kelima jurnalis yang dilaporkan hilang. Kami telah membandingkan dengan foto-foto dan data-data pribadi mereka, dan hasilnya negatif," ujar Budi dalam konferensi pers yang digelar di kantor polisi setempat, Jumat (15/7).
Kronologi Kehilangan Jurnalis
Kelima jurnalis dari berbagai media massa tersebut dilaporkan hilang pada Selasa (12/7) saat sedang meliput kegiatan penangkapan ikan di perairan sekitar Pulau Merak. Mereka menggunakan perahu nelayan lokal untuk mencapai lokasi liputan. Rombongan terdiri dari tiga pria dan dua wanita yang seharusnya kembali pada sore hari namun tidak kunjung tiba di pelabuhan.
Sejauh ini, tim SAR telah melakukan pencarian di area seluas 50 kilometer persegi di sekitar Pulau Merak. Pencarian dilakukan dengan menggunakan kapal patroli polisi, kapal milik Basarnas, serta beberapa unit perahu nelayan yang ikut membantu operasi pencarian.
Status Pencarian dan Upaya Selanjutnya
Menurut informasi yang diperoleh dari nakhoda perahu yang membawa rombongan jurnalis, cuaca di perairan tersebut dikatakan cukup buruk pada hari kejadian. Angin kencang dan ombak tinggi membuat navigasi menjadi sulit.
Keterlibatan Pihak Terkait
Selain polisi dan Basarnas, pencarian juga melibatkan TNI AL, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta beberapa relawan dari komunitas nelayan setempat. Mereka digabungkan dalam satu satuan tugas yang dipimpin oleh Basarnas.
Kondisi Terakhir Rombongan
Menurut sumber di media tempat salah satu jurnalis bekerja, rombongan sempat mengirim pesan terakhir melalui grup WhatsApp pukul 14.30 WIB. Dalam pesan tersebut, mereka menyatakan sedang dalam perjalanan pulang dan akan tiba di pelabuhan sekitar pukul 17.00 WIB.
Sementara itu, keluarga korban masih menunggu hasil pencarian dengan harapan mereka ditemukan dalam keadaan selamat. Mereka telah menggelar doa bersama di masjid setempat untuk memohon keselamatan para jurnalis yang hilang.
Prosedur Investigasi
Polisi telah membuka gelar perkara untuk kasus ini dengan klasifikasi hilang dengan unsur pencurian orang atau penculikan. Meski begitu, pihak kepolisian masih terbuka terhadap semua kemungkinan termasuk kecelakaan atau kondisi cuaca buruk yang menyebabkan hilangnya rombongan jurnalis.
Komentar (0)