Motor Rem Blong Saat Turunan, Ibu dan Bayi di Purworejo Tewas Tabrak Tembok
Tragedi mengenaskan terjadi di Purworejo, Jawa Tengah, Kamis (15/9) pagi. Sepergempok motor yang dikemudikan oleh seorang ibu tewas setelah kendaraannya menabrak tembok di Jalan Raya Purworejo-Yogyakarta. Korban berdua, seorang ibu berusia 25 tahun dan bayi usia 7 bulung yang masih dalam kandungannya, ditemukan tewas di lokasi kejadian.
Kepala Polres Purworejo AKBP Budi Santoso mengatakan, kejadian bermula saat korban, Ningsih (nama samaran), sedang mengendarai motor bersama anaknya dari arah Purworejo menuju Yogyakarta. Menurut keterangan saksi mata, korban sedang melaju dengan kecepatan tinggi saat menuruni jalan di Desa Klegen, Kecamatan Bener.
"Saksi mata melihat korban sedang melaju dengan kecepatan tinggi. Saat menuruni jalan, diduga rem motor tiba-tiba blong sehingga kendaraan tidak bisa dikendalikan," jelas AKBP Budi Santoso saat dikonfirmasi.
Motor yang dikemudikan korban lalu menabrak tembok batu di pinggir jalan. Kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Beberapa warga setempat yang mendengar benturan keras segera mendatangi lokasi kejadian.
"Warga setempat yang mendengar suara benturan keras langsung mendatangi lokasi. Mereka menemukan korban tergeletak di depan motor yang sudah rusak parah," ujar Budi.
Tim medis dari Puskesmas Bener yang tiba di lokasi langsung melakukan evakuasi dan pertolongan pertama. Sayangnya, upaya pertolongan ternyata sudah terlambat bagi korban yang diduga sudah meninggal dunia sebelum tiba di rumah sakit.
Kedua korban langsung dievakuasi ke RSUD Purworejo untuk dilakukan autopsi. "Kami sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti berupa motor yang ditabrak tembok," tambak Budi.
Kelalaikan Keselamatan Berkendara
Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut. Namun, berdasarkan keterangan saksi dan kondisi lokasi kejadian, diduga korban mengalami kelalaikan dalam mengendarai motor. Jalan di lokasi kejadian memang dikenal sebagai jalur yang menuruni dengan kemiringan cukup curam.
"Jalan tersebut memang sering menjadi lokasi kecelakaan karena menurunan dengan kemiringan curam. Banyak pengendara yang tidak memperhatikan kecepatan saat melalui jalur ini," kata Kepala Dinas Perhubungan Purworejo, Supriyanto.
Supriyanto menambahkan, pihaknya sudah beberapa kali melakukan sosialisasi tentang keselamatan berkendara di jalur tersebut. "Kami sudah memasang rambu-rambu peringatan kecepatan dan bahaya di jalur tersebut. Ternyata masih banyak pengendara yang tidak memperhatikannya," ujarnya.
Respon Pemerintah Daerah
Tragedi ini membuat pemerintah daerah Purworejo prihatin. Bupati Purworejo, Isnandar, mengatakan akan segera melakukan evaluasi terkait keselamatan di jalan tersebut.
"Kami akan mengevaluasi kembali rambu-rambu dan penerangan di jalur tersebut. Mungkin perlu dipasang pengaman tambahan seperti pembatas jalan atau penurunan kecepatan," jelas Isnandar.
Isnandar juga meminta masyarakat untuk lebih waspada saat berkendara, terutama di jalur yang berbahaya. "Keselamatan berkendara itu tanggung jawab kita bersama. Jangan terburu-buru saat berkendara, terutama saat menuruni jalan yang curam," pesannya.
Sementara itu, keluarga korban yang shock masih berada di rumah duka. Kedua jenazah korban akan dimakamkan sesuai ritual adat setelah proses autopsi selesai dilakukan.
Tragedi ini menjadi pengingat bagi seluruh pengendara untuk selalu memperhatikan keselamatan saat berkendara. Terutama di jalur yang berbahaya, pengendara harus ekstra waspada dan mematuhi batas kecepatan yang ditetapkan.
Komentar (0)