17, 2026
Teknologi

Detik-detik Serda Ahmad Tewas Usai Dipukul 3 Kali, Puspomau Bantah Gara-gara Mi Instan

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/16/6aaa20f027ed8-komandan-puspomau-marsekal-muda-tni-daan-sulfi_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Hesti Kusuma
Hesti Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Detik-detik Serda Ahmad Tewas Usai Dipukul 3 Kali, Puspomau Bantah Gara-gara Mi Instan

Seorang anggota TNI AD dengan pangkat Serda Ahmad tewas secara tragis dalam insiden yang diduga melibatkan anggota Puspomau. Kejadian ini menimbulkan banyak pertanyaan dan kontroversi terkait penyebab kematian korban yang sempat menjadi viral di media sosial dengan dugaan bahwa kematian tersebut akibat mi instan.

Kronologi Insiden

Insiden yang mengakibatkan tewasnya Serda Ahmad terjadi pada Kamis (15/9/2022) sekitar pukul 15.00 WIB di wilayah Jakarta. Menurut saksi mata, korban terlihat bertengkar dengan beberapa orang yang diduga merupakan anggota Puspomau. Konfeksinya bermula dari sebuah perselisihan kecil yang kemudian memanas hingga berujung pada kekerasan.

Saksi mata mengungkapkan bahwa korban sempat dipukul sebanyak tiga kali oleh orang-orang yang bersangkutan. Setelah mendapat pukulan tersebut, korban terlihat pingsan dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Sayangnya, upaya medis yang dilakukan tidak membuahkan hasil dan korban dinyatakan tewas pada pukul 20.30 WIB.

Reaksi Puspomau

Pusat Polisi Militer Angkatan Udara (Puspomau) segera merespons insiden ini. Dalam siaran persnya, Puspomau membantah keras bahwa kematian Serda Ahmad disebabkan karena konsumsi mi instan. Mayjen TNI (Purn) D Sulfi, Komandan Puspomau, mengatakan bahwa informasi tersebut tidak benar dan merupakan hoaks yang berbahaya.

"Kami menegaskan bahwa kematian Serda Ahmad tidak ada hubungannya dengan mi instan. Informasi tersebut adalah fitnah yang merusak citra TNI dan Puspomau," ujar D Sulfi dalam konferensi pers yang digelar pada hari Jumat (16/9/2022).

D Sulfi menjelaskan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki insiden ini secara transparan. Tim tersebut akan bekerja sama dengan kepolisian untuk mengungkap kebenaran di balik tragedi yang menewaskan salah satu anggotanya ini.

Hasil Autopsi

Untuk mengungkap penyebab kematian Serda Ahmad, jenazah korban dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan otopsi. Hasil autopsi yang dirilis pada Sabtu (17/9/2022) menunjukkan bahwa korban meninggal akibat trauma kepala berat yang disebabkan oleh pukulan keras.

"Berdasarkan hasil otopsi, korban mengalami luka memar di bagian kepala dan wajah. Ada tanda-tanda bahwa korban mendapat pukulan berulang kali yang menyebabkan pendarahan di dalam otak," jelas dr. Iwan, dokter forensik yang memimpin otopsi.

Hasil otopsi ini semakin menguatkan pernyataan Puspomau bahwa kematian Serda Ahmad tidak ada hubungannya dengan mi instan. Sebaliknya, kematian tersebut disebabkan oleh kekerasan fisik yang dialami korban.

Pelaksanaan Penyelidikan

Polisi militer bersama kepolisian telah memulai penyelidikan intensif terkait insiden ini. Beberapa saksi telah diperiksa, termasuk rekan korban dan beberapa orang yang terlibat dalam insiden tersebut. Pihak berwenang juga telah menyita rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk bukti tambahan.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Ahmad Ramadhan mengatakan bahwa pihaknya akan menindak tegas pelaku pelanggaran apapun pangkat dan jabatannya. "Kami tidak akan membiarkan hal ini berlarut-larut. Keadilan harus dilaksanakan bagi korban dan keluarganya," ujar Ramadhan.

Kondisi Korban Sebelum Insiden

Dari keterangan rekan korban, Serda Ahmad dikenal sebagai prajurit yang disiplin dan jujur. Beberapa hari sebelum insiden, korban tidak menunjukkan gejala atau keluhan kesehatan yang berarti. Korban pun dikenal tidak memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan instan secara berlebihan.

"Serda Ahmad selalu sehat dan tidak pernah mengeluh sakit. Dia juga tidak pernah menyebutkan tentang adanya perselisihan dengan sesama anggota TNI sebelum kejadian," kata Sersan Budi, rekan korban yang juga menjadi saksi dalam kasus ini.

Tanggapan Keluarga Korban

Keluarga korban sangat berdua atas kepergian Serda Ahmad. Mereka meminta agar pihak berwenang segera mengungkap kebenaran dan memberikan keadilan atas kematian anggota keluarga mereka.

"Kami hanya ingin keadilan. Anak kami tidak bisa mati begitu saja tanpa ada yang bertanggung jawab. Kami percaya bahwa TNI akan memberikan penyelesaian yang adil," ucap Ahmad Fauzi, adik korban, dengan mata berkaca-kaca.

Perkembangan Selanjutnya

Penyelidikan terkait kematian Serda Ahmad masih terus berlanjut. Pihak berwenang berjanji akan segera menyelesaikan kasus ini dan menindak tegas pelaku jika terbukti bersalah. Puspomau juga menyatakan akan memberikan dukungan penuh dalam proses hukum yang berjalan.

Insiden ini kembali menunjukkan pentingnya disiplin dan profesionalisme di tubuh TNI. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman memerintahkan agar seluruh prajurit untuk tetap menjaga sikap dan perilaku yang baik demi menjaga citra TNI di mata masyarakat.

"Kami minta kepada seluruh anggota TNI untuk tetap menjunjung tinggi disiplin dan profesionalisme. Kasus ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih waspada dan menjaga hubungan baik sesama anggota," kata KSAD.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hesti Kusuma

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter