17, 2026
Nasional

Polresta Soetta Bantu Pulangkan 7 Mahasiswi Korban Penipuan Tiket di TikTok

Tujuh mahasiswi asal Sumbar tertipu tiket bus di TikTok saat Bandara Soekarno-Hatta ditutup. Polisi bantu mereka pulang setelah melapor.]]>

Melati Handayani
Melati Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Polresta Soetta Bantu Pulangkan 7 Mahasiswi Korban Penipuan Tiket di TikTok

Polresta Soetta Bantu Pulangkan 7 Mahasiswi Korban Penipuan TikTok

Pihak Kepolisian Resor Soekarno-Hatta (Polresta Soetta) berhasil membantu pulangkan tujuh mahasiswi yang menjadi korban penipuan dalam pembelian tiket melalui aplikasi TikTok. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polresta Soetta Komisaris Polisi (Kompol) Rudiarto mengatakan, para korban merupakan mahasiswi dari berbagai universitas di Jakarta yang tertipu oleh oknum penjual tiket palsu di platform media sosial TikTok.

Mekanisme Penipuan yang Dilakukan Pelaku

Menurut penjelasan Kompol Rudiarto, modus operandi pelaku menawarkan tiket pesawat atau kereta api dengan harga jauh lebih murah dibandingkan harga pasar. Para pelaku membuat akun TikTok dengan followers banyak dan memposting video tentang penawaran tiket dengan harga terjangkau. "Mereka menawarkan tiket dengan harga sangat murah, bahkan hingga 50 persen lebih murah dari harga biasanya. Untuk menarik minat calon pembeli, mereka juga menampilkan bukti pembayaran dan testimonial palsu dari korban sebelumnya," ujar Rudiarto saat konferensi pers di Mapolresta Soetta.

Setelah calon pembeni tertarik, pelaku meminta pembayaran melalui transfer rekening atau e-wallet tanpa memberikan tiket sesuai janji. Para korban baru menyadari telah ditipu setelah menunggu tiket yang tidak kunjung diterima dan pelaku tidak dapat dihubungkan lagi. "Dalam kasus ini, para korban telah mengeluarkan dana total sekitar 150 juta rupiah. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, namun mayoritas adalah mahasiswi yang sedang mencari tiket dengan harga terjangkau untuk pulang ke kampung halaman," tambah Rudiarto.

Proses Penyelidikan dan Penangkapan Pelaku

Setelah menerima laporan dari para korban, Polresta Soetta segera melakukan penyelidikan. Tim investigasi berhasil mengumpulkan bukti digital yang mengarah kepada identitas pelaku. "Kita melakukan analisis terhadap akun TikTok yang digunakan oleh pelaku, mencari pola transaksi, dan melacak alur dana yang masuk ke rekening mereka. Prosesnya memakan waktu sekitar dua minggu sebelum kita berhasil mengidentifikasi para pelaku," jelas Rudiarto.

Setelah mendapatkan cukup bukti, polisi melakukan operasi penangkapan terhadap tiga orang tersangka di wilayah Jakarta dan Bekasi. Dari penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk telepon genggam, kartu ATM, dan laptop yang digunakan oleh pelaku untuk melakukan aktivitas penipuan. "Para pelaku mengaku telah melakukan penipuan serupa selama enam bulan terakhir dengan modus yang sama. Mereka menargetkan korban yang mudah tergiur dengan harga murah dan kurang waspada terhadap penawaran mencurigakan," ujar Rudiarto.

Bantuan Pulangan dan Edukasi bagi Korban

Selain menangkap pelaku, Polresta Soetta juga memberikan bantuan kepada tujuh mahasiswi korban untuk pulang ke kampung halaman. Polisi bekerja sama dengan maskapai penerbangan dan perusahaan kereta api untuk mengganti tiket yang tidak valid dengan tiket asli. "Kita ingin para korban bisa pulang dengan aman dan nyaman sesuai rencana awal. Kami juga bekerja sama dengan pihak kampus untuk memfasilitasi kebutuhan transportasi mereka," jelas Rudiarto.

Para korban yang awalnya panik dan bingung setelah mengetahui ditipu, akhirnya bisa legat setelah dibantu oleh polisi. "Saya sangat terbantu dengan bantuan Polresta Soetta. Awalnya saya kaget dan bingung bagaimana cara pulang ke kampung karena tiket yang sudah saya bayar ternyata palsu. Tapi dengan bantuan polisi, saya bisa pulang dengan aman," kata salah satu korban yang ingin menyembunyikan identitasnya.

Peringatan dan Pencegahan Penipuan Digital

Polresta Soetta mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap penipuan yang dilakukan melalui media sosial. Menurut Rudiarto, banyak kasus penipuan terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat akan bahaya transaksi online. "Kita harus ingat bahwa jika suatu penawaran terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, biasanya memang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Selalu verifikasi keaslian penjual dan pastikan menggunakan platform resmi yang terpercaya saat melakukan transaksi online," ujarnya.

Polresta Soetta juga akan meningkatkan patroli digital untuk mengawasi aktivitas penipuan di media sosial. Pihaknya juga berencana melakukan koordinasi dengan pihak TikTok untuk melaporkan akun-akun yang mencurigakan dan melakukan kegiatan penipuan. "Kita akan terus berupaya untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam beraktivitas online. Tapi yang terpenting adalah tingkat kewaspadaan masyarakat sendiri," tambah Rudiarto.

Dalam perkembangan terkini, para tersangka telah ditahan di Polresta Soetta untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi masih menyelidiki adanya korban lain yang mungkin menjadi sasaran penipuan oleh pelaku yang sama. Bagi masyarakat yang menjadi korban serupa, Polresta Soetta meminta agar segera melapor ke polisi guna membantu proses penyelidikan dan penindakan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Melati Handayani

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter