Kebakaran Lahan Kosong Dekat Mall 23 Semarang, Api Berkobar Hebat
Sebuah lahan kosong yang berada tak jauh dari Mall 23 di Semarang menjadi saksi api berkobar hebat pada Rabu (15/3) siang. Api yang diduga berasal dari pembakaran sampah liar dengan cepat melalap sekitar dua hektare lahan kosong yang ditumbuhi semak dan rerumputan. Kebakaran ini mengakibatkan asap pekat menyelimuti sekitar lokasi dan mengganggu aktivitas warga sekitar serta lalu lintas di kawasan tersebut.
Kepala Satuan Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Kota Semarang, Komisaris Besar Polisi Suyanto mengatakan bahwa timnya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 13.30 WIB. "Kebakaran ditemukan oleh warga sekitar yang melihat asap tebal dari arah utara Mall 23. Tim kita segera diterjunkan ke lokasi dengan empat unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dan satu unit mobil tangki air," ujarnya saat dikonfirmasi.
Saat tiba di lokasi, api sudah berkobar tinggi dengan menjalar cepat di sepanjang lahan kosong yang kering. "Kondisi lahan yang kering dan banyak ditumbuhi semak-semak membuat api mudah menjalar. Angin kencang yang bertiup pada siang hari memperburuk situasi dengan membawa percikan api ke arah timur lahan," jelas Suyanto.
Upaya pemadaman dilakukan dengan beberapa strategi. Tim damkar membagi menjadi dua regu untuk mengantisipasi penyebaran api ke arah barat yang lebih dekat dengan pemukiman warga dan ke arah timur yang berbatasan dengan jalan utama. "Kita menggunakan strategi tebing air (water curtain) untuk mencegah api menyebar ke arah pemukiman. Sementara itu, regu lain fokus memadamkan api di titik api utama," terangnya.
Warga sekitar terlihat panik menyaksikan api berkobar. Beberapa warga yang berdomisili di dekat lahan kosong segera mengungsi ke tempat yang lebih aman. "Saya langsung mengungsikan anak-anak dan istri ke rumah mertua karena asap sudah sangat pekat. Takutnya api menjalar ke rumah kita," ujar Ahmad, warga setempat.
Proses Pemadaman Berlangsung Berjam-jam
Proses pemadaman api berlangsung hampir empat jam sebelum akhirnya berhasil dikendalikan sepenuhnya sekitar pukul 17.30 WIB. Puluhan personel damkar terlihat berkeringat memadamkan sisa-sisa api yang masih membara. "Kita masih tetap berjaga-jaga hasi api benar-benar padam dan tidak ada titik api yang tersisa. Sisa lahan masih panas dan rawan kembali terbakar," jelas Suyanto.
Dalam kejadian ini, tidak ada korban jiwa luka-luka. Namun, satu unit motor yang parkir di dekat lahan kosong ikut terbakar. "Pemilik motor sedang tidak berada di lokasi saat kejadian. Motor tersebut terkena percikan api yang membakar semak-semak di sekitarnya," tambahnya.
Penyebab Diduga Karena pembakaran Sampah Liar
Berdasarkan penelitian sementara dari tim penyelidik kebakaran, api diduga berasal dari pembakaran sampah liar oleh tidak jelas orang. "Kita menemukan beberapa bekas pembakaran sampah di tengah lahan yang kemungkinan menjadi sumber awal api. Kondisi lahan yang kering dan banyak bahan mudah terbakar mempercepat penyebaran api," kata Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Gulkarmat Kota Semarang, Andi Wijaya.
Andi menambahkan bahwa musim kemarau yang masih berlangsung membuat risiko kebakaran lahan menjadi sangat tinggi. "Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah di terbuka terutama di lahan kering atau yang banyak ditumbuhi semak-semak. Jika harus membakar, pastikan lokasi aman dan ada pengawasan," pesannya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Dewi Lestari, mengatakan pihaknya akan menindak tegas pelaku pembakaran sampah liar jika berhasil diidentifikasi. "Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menemukan pelaku. Jika terbukti, kami akan menindak tegas sesuai peraturan yang berlaku," tegasnya.
Setelah kejadian ini, pemerintah kota berencana melakukan penataan kawasan lahan kosong di sekitar pusat kota untuk menghindari kejadian serupa. "Kami akan mengevaluasi lahan kosong yang ada di kawasan pemukiman dan pusat perbelanjaan untuk ditata agar tidak menjadi potensi bahaya kebakaran," kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.
Warga diimbau untuk tetap waspada dan melapor jika menemukan aktivitas pembakaran sampah liar di sekitar lingkungannya. "Kerjasama masyarakat sangat penting dalam mencegah kebakaran lahan. Dengan sigap melapor, kita bisa mencegah kejadian serupa yang berpotensi lebih besar," pungkas Suyanto.
Komentar (0)