Houthi Diklaim Serang Mekkah, Kemenhaj Keluarkan Imbauan Perjalanan Umrah
Kementerian Agama Republik Indonesia resmi mengeluarkan imbauan terkait situasi keamanan di Tanah Suci, khususnya Mekkah, setelah dilaporkan adanya serangan yang diduga dilakukan oleh kelompok Houthi. Imbauan ini ditujukan bagi jemaah calon haji dan umrah yang akan melaksanakan ibadah di Arab Saudi.
Kepala Biro Penerangan dan Komunikasi Kementerian Agama, Abdul Manaf, mengatakan pihaknya sedang mengawal perkembangan situasi di Tanah Suci. "Kami terus memantau situasi keamanan di Tanah Suci, khususnya di kota Mekkah dan Madinah. Saat ini, situasi di lokasi masih aman dan kondusif," ujar Manaf dalam keterangannya, Rabu (19/6/2024).
Menurut Manaf, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah untuk memastikan keamanan para jemaah Indonesia. "Kami berkoordinasi dengan KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah untuk terus memantau situasi dan memberikan informasi terkini kepada jemaah," tambahnya.
Serangan yang Diduga Dilakukan Houthi
Kabar adanya serangan di Mekkah bermula dari laporan media internasional yang menyebutkan bahwa kelompok Houthi dari Yaman telah meluncurkan serangan rudal ke arah kota suci tersebut. Informasi ini menimbulkan kecemasan di kalangan jemaah haji dan umrah dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Sementara itu, pihak berwenang Arab Saudi belum secara resmi mengonfirmasi adanya serangan tersebut. Namun, beberapa laporan menyebutkan bahwa sistem pertahanan udara Arab Saudi telah berhasil menembak jatuh beberapa objek terbang yang diduga rudal jelajah sebelum mencapai wilayah Mekkah.
Kelompok Houthi, yang sebelumnya telah melancarkan serangan-serangan di wilayah Arab Saudi, dikabarkan mengklaim bertanggung jawab atas insiden ini. Mereka menyatakan bahwa serangan ini adalah respons atas dukungan Arab Saudi kepada koalisi yang dipimpin Amerika Serikat dalam konflik di Yaman.
Imbauan Kemenhag bagi Jemaah
Dalam imbauannya, Kemenhag menekankan kepada seluruh jemaah calon haji dan umrah untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu yang beredar. "Para jemaah diminta untuk tetap tenang dan percaya pada informasi resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah Arab Saudi dan KBRI/KJRI RI," ujar Manaf.
Kemenhag juga meminta jemaah untuk selalu waspada dan mematuhi petunjuk yang diberikan oleh pihak berwenang di Tanah Suci. "Para jemaah diimbau untuk tetap mematuhi aturan dan arahan dari pihak berwenang setempat serta selalu berkoordinasi dengan Kepala Kloter (KK) dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) jika menemukan hal yang mencurigakan," tambahnya.
Bagi jemaah yang sedang berada di Tanah Suci, Kemenhag meminta untuk segera melapor kepada pihak KBRI atau KJRI jika merasa tidak aman atau membutuhkan bantuan. "Jemaah dapat menghubungi nomor darurat yang telah disediakan oleh KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah jika membutuhkan bantuan," jelas Manaf.
Persiapan Kemenhag untuk Evakuasi Jika Diperlukan
Menanggapi potensi risiko yang mungkin terjadi, Kemenhag menyatakan telah menyiapkan skenario evakuasi jika situasi memang memerlukan. "Kami telah menyusun rencana darurat untuk evakuasi jemaah jika situasi memang memburuk. Namun, saat ini kami berharap situasi tidak sampai ke titik tersebut," ujar Manaf.
Menurutnya, pihaknya juga telah mengantisipasi dampak psikologis yang mungkin terjadi pada jemaah akibat situasi yang tidak menentu. "Tim psikolog dari Kemenhag dan KBRI/KJRI siap membantu jemaah yang mengalami stres atau trauma akibat situasi ini," tambahnya.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) juga meminta warga Indonesia di Arab Saudi untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan situasi melalui sumber informasi resmi. "Kami terus memantau situasi dan akan memberikan update secara berkala," kata juru bicara Kemenlu, Teuku Faizasyah.
Reaksi dari Komunitas Jemaah Indonesia
Kabar adanya potensi serangan di Mekkah membuat sejumlah jemaah Indonesia yang sedang berada di Tanah Suci merasa cemas. Aisyah, salah satu jemaah umrah dari Jakarta, mengaku khawatir dengan situasi yang terjadi.
"Saya sedang berada di Mekkah saat mendengar kabar ini. Awalnya panik, tapi setelah mendapat informasi dari KK bahwa situasi masih aman, saya sedikit lega. Namun tetap waspada," ujar Aisyah melalui telepon, Rabu (19/6/2024).
Sementara itu, Ketua Umat Muslimin Indonesia (UMI), Ahmad Suaedy, meminta pemerintah untuk memberikan perlindungan yang maksimal bagi jemaah. "Pemerintah harus memastikan keamanan jemaah Indonesia di Tanah Suci. Ini adalah hak mereka sebagai warga negara," kata Ahmad.
Seiring dengan berjalannya waktu, situasi di Mekkah dilaporkan masih terkendali. Pemerintah Arab Saudi terus mengambil langkah-langkah preventif untuk memastikan keamanan di kota suci tersebut, termasuk meningkatkan patroli dan sistem pertahanan udara.
Kemenhag sendiri berjanji akan terus memberikan update terkait situasi keamanan di Tanah Suci. "Kami akan terus memberikan informasi terkini kepada jemaah dan masyarakat luas. Semoga situasi cepat kondusif kembali dan ibadah haji dan umrah berjalan lancar," tutup Manaf.
Komentar (0)