Pertamina Serahkan 16 Korban Kapal Virgo ke Basarnas, 1 Orang Meninggal
PT Pertamina (Persero) secara resmi menyerahkan 16 korban yang berhasil diselamatkan dari kapal tangki Virgo kepada Basarnas (Badan SAR Nasional) pada Rabu (15/3). Dari 16 korban yang diselamatkan, satu di antaranya dinyatakan meninggal dunia setelah mendapat perawatan medis di RSUD dr. Soetomo Surabaya.
Kapal tangki Virgo yang benderai Panama itu tenggelam di perairan Selat Madura pada Selasa (14/3) sekitar pukul 14.30 WIB. Kapal yang membawa muatan BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis solar ini tenggelam akibat terkena badai yang melanda perairan tersebut.
Kronologi Kecelakaan Kapal Virgo
Kecelakaan bermula ketika kapal Virgo dalam perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara. Saat melintasi perairan Selat Madura, kapal tersebut dilanda cuaca buruk dengan ketinggian gelombang mencapai 4-5 meter.
"Kapal Virgo terkena badai yang cukup deras di perairan Selat Madura. Akibat kondisi itu, kapal kehilangan kendali dan akhirnya tenggelam," jelas Kepala Basarnas Surabaya, Maman Suherman dalam konferensi pers.
Tim SAR yang terdiri dari personel TNI AL, Polri, dan Basarnas segera melakukan evakuasi setelah menerima laporan tenggelamnya kapal Virgo. Upaya pencarian dan penyelamatan dilakukan sejak Selasa sore hingga Rabu dini hari.
Proses Evakuasi Korban
Proses evakuasi korban tidaklah mudah mengingat kondisi cuaca yang masih buruk di lokasi kejadian. Tim SAR menggunakan dua unit kapal patroli TNI AL dan satu unit helikopter untuk melakukan pencarian korban.
"Kami mendapat laporan dari nakhoda kapal Virgo sebelum tenggelam. Menurutnya, ada 17 awak kapal di atas kapal. Setelah dievakuasi, kami berhasil menemukan 16 korban yang masih hidup," terang Maman Suherman.
Dari 16 korban yang diselamatkan, 15 orang dalam kondisi sehat dan langsung dievakuasi ke RSUD dr. Soetomo Surabaya untuk diperiksa lebih lanjut. Sementara satu korban lainnya dalam kondisi kritis dan dinyatakan meninggal dunia setelah mendapat perawatan medis.
Respons Pertamina
Sebagai pengirim muatan, Pertamina segera merespons kejadian ini. Tim dari Pertamina langsung turun ke lokasi untuk membantu proses evakuasi dan memberikan bantuan bagi korban.
"Kami menyampaikan belasungkawa yang tulus atas kejadian yang menimpa awak kapal Virgo. Pertamina akan tetap mendukung penuh proses evakuasi dan penyelamatan," ujar Corporate Secretary Pertamina, Fajriyah Usman dalam keterangannya.
Pertamina juga membuka posko darurat di RSUD dr. Soetomo Surabaya untuk membantu keluarga korban yang ingin mendapatkan informasi tentang nasih mereka. Selain itu, Pertamina juga menyediakan bantuan psikologis bagi korban yang mengalami trauma.
Penyelidikan Sebab Kecelakaan
Setelah proses evakuasi selesai, pihak berwenang segera melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab tenggelamnya kapal Virgo. Tim investigasi dari Ditreskrimsus Polda Jatim telah turun ke lokasi kejadian.
"Kami sedang menyelidiki berbagai kemungkinan penyebab tenggelamnya kapal Virgo. Apakah karena faktor cuaca, kesalahan manusia, atau masalah teknis kapal," jelas Kepala Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Budi Santoso.
Sementara itu, Kapal Pengawas Penangkapan Ikan (KPPI) juga telah dilibatkan untuk mengamankan lokasi kejadian dan mencegah terjadinya pencemaran laut akibat tumpahan minyak dari kapal Virgo.
Dampak Lingkungan
Dari hasil pantauan sementara, belum terdeteksi adanya tumpahan minyak yang signifikan di lokasi tenggelamnya kapal Virgo. Namun, tim pengendali pencemaran laut tetap melakukan pemantauan intensif untuk mencegah dampak buruk bagi lingkungan.
"Kami sudah mengirimkan tim pengendali pencemaran laut untuk memantau kondisi di lokasi. Saat ini belum ada tumpahan minyak yang terdeteksi, tetapi kami tetap waspada karena kapal membawa muatan BBM," jelas Kepala Balai POM Surabaya, dr. Herry Siswanto.
Pertamina juga telah menyiapkan tim respons cepat untuk menangani kemungkinan tumpahan minyak. Tim tersebut dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran khusus tumpahan minyak dan chemical booms untuk mencegah penyebaran minyak ke laut.
Tindakan Pencegahan
Kejadian tenggelamnya kapal Virgo ini menjadi pelajaran bagi pihak terkait terkait keselamatan pelayaran di perairan Indonesia. Kementerian Perhubungan berencana untuk mengevaluasi rute pelayaran dan sistem peringatan dini cuaca buruk.
"Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem peringatan dini cuaca di seluruh wilayah pelayaran Indonesia. Tujuannya adalah untuk mencegah kecelakaan serupa di masa depan," jelas Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Kemenhub, Agus Haryono.
Sementara itu, Pertamina juga akan meningkatkan koordinasi dengan pihak berwenang dalam pengawasan kapal-kapal yang membawa muatan BBM. "Kami akan memastikan semua kapal yang membawa muatan BBL memenuhi standar keselamatan yang telah ditetapkan," ujar Fajriyah Usman.
Komentar (0)