Basarnas Libatkan Tenaga Ahli Hongkong dan AS Bantu Evakuasi Kapal Virgo
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) secara resmi melibatkan tim tenaga ahli dari Hongkong dan Amerika Serikat untuk membantu proses evakuasi terhadap 28 awak kapal Virgo yang terdampar di perairan Kepulauan Rote, Nusa Tenggara Timur. Kapal kargo berbendera Panama ini sejak Selasa (19/7) terjebak di perairan dangkal akibat kondisi laut yang tidak stabil.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Basarnas, Air Marselus Tanod, mengatakan bahwa pihaknya telah mengevakuasi 10 awak kapal pada Rabu (20/7) pagi. Proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan dua unit perahu cepat (fast boat) dari tim SAR Basarnas dan tim relawan lokal.
Kondisi Awak Kapal dan Kapal
Dari 10 awak yang dievakuasi, enam orang dalam kondisi sehat dan langsung dievakuasi ke RSUD Kupang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Empat orang lainnya mengalami luka ringan akibat gesekan saat berada di atas kapal. Sementara itu, 18 awak kapal lainnya masih berada di atas kapal Virgo dan dalam keadaan sehat.
Kapal Virgo yang mengangkat bendera Panama ini membawa muatan 25.000 ton bijih besi dari Australia menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Kapal sepanjang 225 meter ini terjebak di perairan dangkal dengan kedalaman sekitar 15 meter.
Upaya Evakuasi yang Dipercepat
Menurut Air Marselus, evakuasi terhadap 18 awak kapal sisanya akan dilakukan pada Kamis (21/7) pagi. "Kami akan melakukan evakuasi bertahap untuk memastikan keselamatan para awak kapal. Kondisi di lokasi masih terus kami pantau," ujar Air.
Basarnas telah mengirimkan tim SAR tambahan dari Jakarta untuk mendukung operasi evakuasi. Tim ini dilengkapi dengan peralatan komunikasi dan navigasi canggih untuk memudahkan koordinasi di tengah kondisi laut yang masih tidak stabil.
Libatkan Ahli Internasional
Untuk mempercepat proses evakuasi, Basarnas meminta bantuan dari ahli maritim dari Hongkong dan Amerika Serikat. Tim ahli ini akan membantu menganalisis kondisi kapal dan merencanakan strategi evakuasi yang aman.
"Tim ahli dari Hongkong dan AS akan membantu kami mengevaluasi kondisi kapal dan menentukan apakah kapal bisa diselamatkan atau harus ditinggalkan," kata Air.
Kondisi Laut yang Tidak Stabil
Wilayah di sekitar Kepulauan Rote dikenal memiliki kondisi laut yang tidak stabil terutama pada musim hujan. Gelombang setinggi 3-4 meter dan arus laut yang kuat menjadi tantangan bagi tim SAR dalam melakukan evakuasi.
"Kondisi laut masih terus kami pantau. Kami berkoordinasi dengan BMKG untuk mendapatkan informasi terkini prakiraan cuaca di lokasi," tambah Air.
Tanggung Jawab Pemilik Kapal
Basarnas menyatakan bahwa pemilik kapal Virgo bertanggung jawab atas semua biaya operasi evakuasi. Pihak pemilik kapal telah menghubungi asuransi untuk menanggung biaya yang dikeluarkan.
"Pemilik kapal akan menanggung semua biaya evakuasi, termasuk biaya medis bagi para awak kapal yang terluka," ujar Air.
Prosedur Evakuasi yang Teliti
Prosedur evakuasi dilakukan dengan sangat teliti untuk menghindari risiko kecelakaan. Setiap awak kapal dievakuasi satu per satu dengan menggunakan perahu cepat yang telah dilengkapi dengan alat keselamatan.
Evakuasi Menuju Tempat Aman
Setelah dievakuasi, para awak kapal akan dibawa ke RSUD Kupang untuk pemeriksaan medis lebih lanjut. Para awak yang dalam kondisi sehat akan ditempatkan di posko pengungsian sementara menunggu proses lebih lanjut.
Kesigapan Basarnas
Evakuasi kapal Virgo menunjukkan kesigapan Basarnas dalam menangani bencana maritim. Basarnas terus melakukan monitoring terhadap kapal-kapal yang melintasi perairan Indonesia untuk mencegah kecelakaan serupa.
Komentar (0)