Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah meningkatkan kewaspadaan terhadap indikasi pembakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diduga dilakukan secara terencana di sejumlah wilayah. Kekhawatiran ini muncul setelah terpantau titik panas serta kepulan asap yang menyelimuti sebagian area, terutama di kawasan yang rawan konversi lahan.
Pemantauan Titik Panas Diperketat di Wilayah Rawan
Pihak Pemprov Papua Tengah menyebutkan bahwa sebaran titik api yang terdeteksi dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan pola yang tidak lazim. Kebakaran terjadi di sejumlah lokasi yang berjauhan dalam waktu hampir bersamaan, sehingga menguatkan dugaan adanya unsur kesengajaan. Dugaan tersebut tengah diverifikasi bersama aparat kepolisian, TNI, serta balai pengelolaan daerah aliran sungai dan hutan lindung setempat.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa pengendalian karhutla menjadi prioritas karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat Papua. Asap kebakaran mengganggu kesehatan warga, menghambat aktivitas penerbangan perintis, dan mengancam kelestarian hutan yang menjadi sumber kehidupan masyarakat adat. Karena itu, seluruh kepala distrik dan kepala kampung diimbau aktif melaporkan setiap aktivitas pembakaran yang mencurigakan di wilayahnya masing-masing.
Selain penegakan hukum, pemprov juga menggencarkan sosialisasi pencegahan karhutla hingga tingkat kampung. Tim gabungan dibentuk untuk melakukan patroli terpadu di titik-titik rawan, termasuk kawasan hutan lindung dan area gambut yang tersebar di Papua Tengah. Masyarakat diajak untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat sanksi pidana menanti pelaku pembakaran yang disengaja.
Data menunjukkan bahwa sebagian besar karhutla di Papua kerap terjadi menjelang pembukaan lahan pertanian atau perkebunan. Namun, pola pada musim ini dinilai janggal karena tidak diiringi musim kemarau berkepanjangan. Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diminta mempercepat distribusi peralatan pemadam dan menyiagakan personel di setiap kabupaten agar respons terhadap titik api lebih cepat.
Masyarakat diimbau segera melapor apabila melihat kepulan asap atau aktivitas pembakaran di sekitar pemukiman. Koordinasi lintas instansi terus diperkuat agar setiap titik panas dapat ditangani sebelum api meluas. Pemprov Papua Tengah menegaskan komitmennya menjaga hutan Papua sebagai paru-paru dunia sekaligus warisan bagi generasi mendatang.
Komentar (0)