Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi 1.814 insan olahraga yang terlibat dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Maluku Utara. Para peserta yang terdiri atas atlet, pelatih, dan ofisial dari berbagai cabang olahraga kini terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan selama ajang olahraga terbesar di daerah itu berlangsung.
Langkah Konkret Pemprov Menjamin Rasa Aman Insan Olahraga
Perlindungan tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah daerah agar seluruh insan olahraga bertanding dengan rasa aman. Melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, para atlet, pelatih, dan ofisial memperoleh perlindungan atas risiko kecelakaan kerja, termasuk kecelakaan yang terjadi saat latihan maupun bertanding, serta manfaat kematian yang disantunkan kepada ahli waris. Kebijakan ini dinilai penting mengingat aktivitas olahraga memiliki risiko cedera yang tidak bisa dianggap remeh.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Maluku Utara menjelaskan, pendaftaran kepesertaan dilakukan serentak menjelang pelaksanaan Porprov. Menurutnya, kebijakan ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan insan olahraga yang selama ini kerap berlatih dan bertanding tanpa jaminan sosial yang memadai.
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Maluku Utara mengapresiasi langkah tersebut. Ia memaparkan, dengan menjadi peserta program jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, insan olahraga yang mengalami cedera saat bertanding berhak memperoleh perawatan medis sesuai ketentuan, hingga santunan bagi keluarga apabila terjadi risiko fatal. Pendaftaran 1.814 peserta itu sekaligus menjadi bagian dari upaya perluasan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di daerah.
Jumlah 1.814 peserta itu mencakup kontingen dari seluruh kabupaten dan kota di Maluku Utara. Cakupan tersebut dinilai menyeluruh, mulai dari cabang olahraga unggulan daerah hingga cabang yang tengah berkembang, sehingga tidak ada kontingen yang tertinggal dari perlindungan ini.
Dengan adanya jaminan tersebut, para atlet diharapkan tampil maksimal tanpa dibayangi kekhawatiran biaya pengobatan apabila mengalami cedera. Hal ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Maluku Utara membina dan mengembangkan prestasi olahraga daerah menuju pentas nasional.
Bagi masyarakat Maluku Utara, kebijakan ini menjadi kabar baik yang menunjukkan keseriusan pemerintah daerah memperhatikan nasib para atlet. Ke depan, perlindungan serupa diharapkan tidak hanya berlaku selama Porprov, tetapi juga melekat pada atlet binaan daerah dalam berbagai agenda kejuaraan, baik di tingkat regional maupun nasional.
Komentar (0)