Staf Ahli Wali Kota Sorong mengapresiasi penyelenggaraan Sekolah Alkitab yang digelar Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Wilayah Papua Barat Daya. Apresiasi tersebut disampaikan saat pembukaan kegiatan yang berlangsung di Kota Sorong dan dihadiri sejumlah pimpinan gereja, jemaat, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Staf Ahli Wali Kota Sorong menilai Sekolah Alkitab merupakan wadah pembinaan iman yang strategis bagi generasi muda Kristen di Papua Barat Daya. Menurutnya, pendidikan teologi yang baik akan membentuk pribadi yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga memiliki karakter dan integritas dalam kehidupan bermasyarakat.
Pembinaan Iman untuk Generasi Muda Papua Barat Daya
Kegiatan Sekolah Alkitab GPdI Papua Barat Daya ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai jemaat yang tersebar di wilayah tersebut. Para peserta mengikuti serangkaian materi yang mencakup pengajaran firman, pelayanan, serta kepemimpinan kristiani yang dipandu oleh para pembicara dari dalam dan luar daerah.
Staf Ahli Wali Kota Sorong berharap kegiatan serupa dapat terus berlangsung secara rutin. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Sorong mendukung penuh kegiatan keagamaan yang membawa dampak positif bagi masyarakat, termasuk pembinaan rohani yang mampu menanamkan nilai-nilai moral dan kebersamaan di tengah keberagaman.
Apresiasi juga disampaikan atas peran GPdI yang selama ini turut berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia di Papua Barat Daya. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan gereja menjadi kunci dalam menjaga kerukunan umat beragama serta memperkuat persatuan di daerah yang tengah berkembang ini.
Para pengurus GPdI Papua Barat Daya menyambut baik dukungan dari Pemerintah Kota Sorong. Mereka menyatakan komitmennya untuk terus membina jemaat, khususnya generasi muda, agar menjadi agen perubahan yang positif bagi kemajuan daerah dan bangsa.
Sementara itu, salah satu peserta mengaku bersyukur dapat mengikuti Sekolah Alkitab ini. Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat dipraktikkan dalam pelayanan di jemaat masing-masing, sekaligus mempererat persaudaraan antarumat Kristen di Papua Barat Daya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama membangun Papua Barat Daya yang religius dan bermartabat. Dengan dukungan semua pihak, diharapkan pembinaan iman dan karakter terus berjalan seiring pembangunan daerah, sehingga lahir generasi yang tangguh dan berdaya saing.
Komentar (0)