Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menegaskan bahwa budaya dan kebangsaan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Pernyataan itu disampaikan dalam acara pagelaran wayang kulit yang digelar MPR RI untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurut Hidayat, wayang kulit bukan sekadar pertunjukan seni tradisional, melainkan media efektif untuk menanamkan nilai-nilai luhur bangsa kepada masyarakat. Melalui lakon-lakon yang dipertunjukkan, generasi muda dapat belajar tentang kepemimpinan, kejujuran, dan semangat perjuangan yang relevan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.
Wayang Kulit Jadi Media Penguat Nilai Kebangsaan
Hidayat menambahkan bahwa penguatan budaya nasional harus berjalan beriringan dengan penguatan wawasan kebangsaan. Sebab, identitas budaya merupakan fondasi utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi informasi.
Pagelaran wayang kulit yang digelar tersebut membawakan lakon pilihan yang sarat makna filosofis dan penuh pesan moral. Acara ini sekaligus menjadi momentum untuk mengenalkan kembali seni pertunjukan tradisional kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda yang mulai jarang menyaksikan wayang secara langsung. Tidak hanya menjadi hiburan, pagelaran ini diharapkan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni tradisional warisan para leluhur.
Sebagai informasi, wayang kulit telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2003. Pengakuan dunia itu menempatkan wayang sebagai identitas budaya Indonesia yang harus dijaga dan dilestarikan lintas generasi. Kehadiran wayang dalam peringatan kemerdekaan menjadi simbol bahwa perjuangan bangsa tidak hanya diwujudkan dalam pembangunan fisik, tetapi juga penguatan jati diri budaya.
Dalam perspektif kebangsaan, wayang merupakan seni yang hidup di berbagai daerah di Indonesia dengan kekhasan masing-masing. Mulai dari gaya Surakarta dan Yogyakarta, gaya Kedu, hingga pewayangan Bali, keberagaman bentuk seni ini justru memperkuat persatuan bangsa. HNW menilai, ketika masyarakat mampu menghargai keberagaman budayanya, semangat nasionalisme akan tumbuh secara alami.
Hidayat berharap pagelaran ini dapat menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan budaya lokal di tengah modernisasi. Ia mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah, tokoh budaya, hingga masyarakat, untuk bersama-sama merawat warisan leluhur agar tidak tergerus zaman.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri sejumlah pejabat, tokoh masyarakat, dan penggemar seni budaya. Momen peringatan kemerdekaan pun terasa lebih bermakna dengan hadirnya pertunjukan wayang yang tidak hanya menghibur, tetapi juga meneguhkan semangat kebangsaan seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
Komentar (0)