JAKARTA — Pemerintah Indonesia dan Uruguay berkomitmen memperkuat kerja sama bilateral di bidang peternakan dan perdagangan. Langkah ini diambil untuk meningkatkan ketersediaan daging sapi di dalam negeri sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk peternakan Indonesia di kawasan Amerika Selatan.
Uruguay dikenal sebagai salah satu produsen daging sapi terkemuka di dunia dengan standar kesehatan dan ketertelusuran ternak yang tinggi. Bagi Indonesia, negara tersebut telah lama menjadi salah satu sumber pasokan daging sapi impor untuk memenuhi kebutuhan konsumsi domestik yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan daya beli masyarakat.
Kerja Sama Mencakup Genetika hingga Protokol Kesehatan
Ruang lingkup kerja sama yang disepakati tidak hanya terbatas pada arus perdagangan daging sapi. Kedua negara juga membahas penguatan di bidang genetika ternak, transfer teknologi peternakan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penyelarasan protokol kesehatan dan karantina hewan. Hal ini dinilai penting untuk menjamin mutu produk sekaligus memperlancar proses ekspor-impor antara kedua negara.
Bagi peternak nasional, kerja sama ini menjadi peluang untuk belajar dari praktik peternakan modern Uruguay yang efisien dan berorientasi ekspor. Sementara itu, bagi pelaku usaha di sektor perdagangan, peningkatan kerja sama diharapkan dapat menciptakan iklim usaha yang lebih stabil dan dapat diprediksi, baik dari sisi pasokan maupun harga.
Pemerintah menilai penguatan hubungan dagang dengan Uruguay sejalan dengan upaya diversifikasi sumber pasokan pangan nasional. Dengan memiliki lebih banyak negara mitra, Indonesia dinilai lebih tahan terhadap gejolak pasokan global, sekaligus memperkuat posisi tawar dalam negosiasi perdagangan internasional.
Selain sektor daging sapi, kedua negara juga membuka peluang kerja sama pada komoditas peternakan lainnya, termasuk produk susu dan turunannya. Hal ini diharapkan mampu mendorong nilai perdagangan bilateral yang selama ini masih didominasi oleh satu jenis komoditas utama.
Ke depan, kedua pemerintah berkomitmen menindaklanjuti kesepakatan ini melalui forum bilateral dan pertemuan teknis antarkementerian. Langkah implementasi akan mencakup penyusunan nota kesepahaman, pertukaran data pasar, serta fasilitasi kunjungan delegasi bisnis agar kerja sama yang dijalin dapat segera membuahkan hasil nyata bagi kedua negara.
Komentar (0)